
JAKARTA -Politisi Golkar, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) terlihat menemui Nurdin Halid di Jakarta, Senin (19/1/2026),
Pertemuan empat mata itu diduga digelar berhubungan dengan rencana pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulsel.
Pada pertemuan itu, IAS mengenakan kemeja kuning, warna khas partai berlambang beringin.
- Wali Kota Munafri Siapkan Bantuan KUR untuk PKL yang Tertib
- Tingkatkan Literasi Keuangan, LPS Kunjungi Harian Fajar dan Bahas Ancaman “Passobis”
- Sinergi Eksekutif-Legislatif Diperkuat, Munafri Jadikan Hasil Reses Dasar Kebijakan
- May Day 2026, Pemkot Makassar Fasilitasi Buruh Duduk Bersama di Lapangan Karebosi
- Dari Home Barista Jadi Coffeepreneur, Poltekpar Makassar Latih 30 Warga Bongaya Jadi Wirausaha Kopi
Menurut pengakuan Nurdin Halid, pertemuan itu mengulas sejumlah isu strategis, termasuk arah konsolidasi dan target pemenangan Golkar di Sulawesi Selatan.
“Pembicaraan terkait banyak hal. Salah satunya adalah tentang bagaimana memenangkan Partai Golkar di Sulsel,” bebernya.
Nurdin Halid menyambut baik setiap kader yang ingin memperkuat kerja-kerja partai di daerah. Ia menegaskan dukungan moral kepada kader yang memiliki kapasitas, komitmen, dan kesediaan untuk berjuang membesarkan Golkar di Sulsel.
“Iya, kita mendukung seluruh kader yang memiliki potensi dan mau berjuang membesarkan Partai Golkar di Sulsel, termasuk Pak IAS,” kata dia.
Namun, Nurdin mengingatkan bahwa urusan Musda tetap berada pada koridor organisasi dan keputusan resmi partai.
Menurutnya, Musda merupakan kewenangan DPP, sehingga semua kader wajib mengikuti garis kebijakan pusat.
“Terkait Musda, itu kewenangan DPP. Seluruh kader, tentu harus tunduk dan patuh terhadap kebijakan DPP Golkar,” tegasnya.
Selain itu, Mantan Ketua Partai Golkar Sulawesi Selatan ini menekankan kepada mereka yang ingin memimpin Golkar Sulsel untuk tidak hanya mencari keuntungan pribadi, melainkan betul-betul ingin mengembalikan kejayaan partai beringin di Sulsel.
“Soal figur, ya janganlah yang hanya memanfaatkan Golkar untuk kepentingan pribadinya, tapi betul-betul yang figur yang bisa mengembalikan kejayaan Partai Golkar,” ujar Nurdin. (*)



