
MAKASSAR,-–Proses identifikasi atas jenazah korban ATR 42-500 mulai dilaksanakan oleh Disaster Victim Identification (DVI) Bidokkes Polda Sulawesi Selatan.
Hal itu setelah jenazah perempuan kru pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, tiba di Posko Post Mortem DVI Bidokkes Polda Sulawesi Selatan.
Berdasarkan pantauan, mobil ambulans yang mengangkut jenazah tiba di area Post Mortem DVI Bidokkes Polda Sulsel pada pukul 22.38 Wita, Selasa (20/1/2026)
Jenazah kemudian langsung dimasukkan ke ruang jenazah untuk menjalani tahapan pemeriksaan dan identifikasi oleh tim DVI.
- JNE Content Competition 2026 Dibuka, Hadiah Ratusan Juta hingga Umrah & Holy Land
- Kantor Baru DWP Diresmikan, Wali Kota Munafri Tekankan Peran Pemberdayaan Keluarga
- DJP Sulselbartra Apresiasi Pemkot Makassar, Munafri Jadi Panutan Lapor SPT Lebih Awal
- Mendag Pantau Pasar Terong hingga Ritel Modern, Harga Pangan Makassar Relatif Terkendali
- Munafri Minta Warga Jaga Ketertiban, Hindari Konvoi Tembak-Tembakan
Proses serah terima jenazah dilakukan secara resmi oleh Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo kepada pihak DVI Bidokkes Polda Sulsel yang dipimpin oleh Karo Dokpol Mabes Polri, Brigjen dr Nyoman Eddy.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan, pihaknya telah menerima satu kantong jenazah dari Basarnas.
“Tim DVI Polda Sulawesi Selatan telah menerima satu kantong mayat dari Basarnas yang tadi serah terimanya dilaksanakan di pos tompo bulu dan sekarang sudah sampai ke Bidokkes,” kata Didik melalui konferensi pers.
Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini tim masih fokus melakukan proses identifikasi secara menyeluruh.
“Sekarang masih dilakukan pemeriksaan atau identifikasi. Kemudian saya sampaikan sampai dengan saat ini kami belum bisa memberikan identitas secara jelas,” tuturnya.
Menurut Didik, secara fisik jenazah berjenis kelamin perempuan, namun belum dapat dipastikan identitasnya.
“Tetapi secara fisik mayat tersebut adalah perempuan. Tetapi karena perempuan ada dua, maka saya belum bisa mengidentifikasi. Nanti akan kita tunggu lebih lanjut,” jelasnya.
Kepastian identitas korban, kata dia, akan disampaikan setelah seluruh tahapan identifikasi selesai dilakukan.
Saat ditanya mengenai kondisi jenazah, Didik memilih untuk tidak merinci demi menjaga perasaan keluarga korban.
“Kondisi-kondisi saya kira tidak perlu disampaikan. Yang tahu nanti cukup keluarganya,” tegasnya.
Hingga kini, tim DVI Bidokkes Polda Sulsel masih terus bekerja dengan melibatkan berbagai unsur forensik guna memastikan identitas korban secara akurat. (Gun)




