
PALU,–Komitmen untuk memperkuat fondasi kelistrikan di Sulawesi Tengah memasuki babak penting. General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, memimpin langsung inspeksi lapangan ke proyek strategis pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV PLTU Palu 3 – Tambu. Kunjungan ini dengan tegas menggarisbawahi arahan manajemen untuk memastikan proyek vital ini tidak hanya selesai tepat waktu, namun juga menjadi katalisator efisiensi energi di wilayah tersebut.
Dalam kunjungan ini, Aditya didampingi oleh Manajer Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Tengah (UPP Sulteng), Qadri. Fokus utama peninjauan adalah mengurai tantangan di lapangan, khususnya pada tahapan krusial penyediaan ruang bebas (right of way/ROW) yang saat ini tengah digenjot penyelesaiannya. Langkah ini merupakan fondasi sebelum pekerjaan penarikan konduktor yang menjadi nadi transmisi listrik.
Berdasarkan data di lapangan, proyek SUTT 150 kV yang membentang dengan 197 tower ini mencatatkan progres konstruksi keseluruhan sekitar 80 persen. Proyek ini ditargetkan untuk mengalirkan listrik pertama (energize) pada akhir tahun 2026, menandai berakhirnya dominasi pembangkit berbasis bahan bakar minyak di koridor Tambu.
“Infrastruktur ini bukan sekadar tiang dan kabel. SUTT 150 kV Palu 3–Tambu adalah tulang punggung penyaluran daya yang akan mentransformasi wajah kelistrikan di Sulawesi Tengah,” tegas I Gusti Made Aditya San Adinatha dalam keterangannya di sela peninjauan. “Dengan beroperasinya jaringan ini, kita tidak hanya menghadirkan pasokan yang lebih andal, tetapi juga efisiensi operasional yang signifikan karena secara drastis mengurangi ketergantungan pada pembangkit diesel yang mahal.”
Proyek ini memiliki peran yang sangat krusial. Jaringan ini akan menjadi arteri utama untuk mengevakuasi daya dari PLTU Palu 3 menuju sistem kelistrikan di wilayah Tambu dan sekitarnya. Secara sistem, SUTT ini akan terintegrasi langsung dengan Gardu Induk (GI) 150 kV Tambu berkapasitas 30 MVA yang akan menjadi pusat distribusi beban listrik, meningkatkan kualitas dan keandalan voltase bagi pelanggan.
Di tingkat operasional, Manajer PLN UPP Sulteng, Qadri, menyampaikan optimismenya. Tim proyek kini berada dalam mode siaga penuh untuk mengoptimalkan setiap tahapan akhir pekerjaan. Ia mengidentifikasi dua pekerjaan kritis yang menjadi penentu target operasi.
“Saat ini, fokus penuh tim kami adalah percepatan penyelesaian ROW dan penarikan konduktor. Ini adalah tahapan krusial menuju energize. Kami membutuhkan dukungan dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, terutama masyarakat dan pemerintah daerah, agar proyek ini dapat segera memberikan manfaatnya. Kami optimistis target akhir 2026 dapat tercapai,” ujar Qadri.
Dengan rampungnya proyek ini kelak, PLN membuktikan dedikasinya tidak hanya pada pertumbuhan ekonomi melalui infrastruktur energi yang berkelanjutan, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Keandalan listrik diyakini akan membuka lebih banyak akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi digital yang lebih baik bagi warga Sulawesi Tengah.
Upaya percepatan ini sejalan dengan peta jalan transisi energi nasional, di mana penggunaan pembangkit berbasis energi primer yang lebih efisien dan ramah lingkungan secara bertahap menggantikan pembangkit diesel. Kunjungan GM UIP Sulawesi ini menjadi sinyal kuat bahwa PLN serius menuntaskan proyek-proyek strategis sebagai tulang punggung pemerataan listrik nasional. (*)






