
MAKASSAR — Pengasuhan pada dua tahun pertama kehidupan anak menjadi perhatian Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar. Edukasi mengenai hal tersebut diberikan melalui kegiatan Penyuluhan Bina Keluarga Baduta (BKB) di Kecamatan Rappocini.
Kegiatan tersebut mendorong keluarga memahami perannya dalam mendukung kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan anak sejak usia dini.
Kepala DPPKB Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, mengatakan keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak sehingga pola pengasuhan dan perhatian yang diberikan sejak dini memiliki peran penting dalam perkembangannya.
Menurut dia, usia 0–2 tahun merupakan periode perkembangan yang berlangsung cepat. Karena itu, kebutuhan anak terhadap pengasuhan, stimulasi, kesehatan, dan pemenuhan gizi perlu menjadi perhatian keluarga.
“Kelompok usia baduta merupakan masa yang sangat penting dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, keluarga harus mampu menjalankan perannya secara maksimal untuk memastikan anak tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter,” ujar Andi Irwan Bangsawan.
Dalam penyuluhan tersebut, keluarga diperkenalkan kembali dengan delapan fungsi keluarga, yakni fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta pembinaan lingkungan.
Penerapan fungsi tersebut dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari keluarga dalam memberikan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan anak.
Selain pola pengasuhan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pemenuhan kebutuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang, serta pentingnya menciptakan lingkungan keluarga yang sehat.
Andi Irwan mengatakan penguatan kapasitas keluarga perlu dilakukan secara berkelanjutan agar orang tua maupun anggota keluarga lainnya memiliki pemahaman yang memadai mengenai kebutuhan anak.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas keluarga sebagai fondasi utama pembentukan generasi penerus bangsa. Karena itu, penguatan fungsi keluarga harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Melalui pembinaan BKB, DPPKB Makassar berharap keluarga semakin memahami pentingnya peran mereka dalam mendampingi anak pada masa awal kehidupan.
Program edukasi tersebut menjadi salah satu upaya DPPKB Makassar untuk memperkuat pembangunan keluarga melalui peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pengasuhan, kesehatan, gizi, dan tumbuh kembang anak. (*)






