Jude Bellingham
Makassar — Gelandang serang Real Madrid, Jude Bellingham, menunjukkan kebangkitan performanya yang menggembirakan setelah mencetak satu gol dan berkontribusi dalam terciptanya gol kedua saat Los Blancos menaklukkan Malaga 2-0 dalam lanjutan Liga Spanyol, Minggu (30/8/2026). Hasil ini menjadi penegas bahwa pemain asal Inggris tersebut perlahan tetapi pasti kembali ke performa terbaiknya setelah dua musim terakhir dirundung masalah cedera.
Seperti dilansir dari Bola, Bellingham tampil sebagai motor serangan Madrid sepanjang pertandingan. Ia tidak hanya mencetak gol pembuka, tetapi juga memaksa kiper Malaga, Alfonso Herrero, melakukan gol bunuh diri yang menjadi gol kedua timnya. Performa apik ini menandai kembalinya kebugaran fisik sang pemain, sekaligus membuktikan bahwa ia masih menjadi salah satu gelandang paling produktif di Eropa saat ini.
Jude Bellingham bangkit dari masa-masa sulit yang ia alami dalam dua musim terakhir. Kini, ia kembali menjadi ancaman nyata bagi setiap lini pertahanan lawan.
Statistik Impresif di Awal Musim
Dalam tiga laga La Liga yang telah dijalani sejauh musim 2026-2027, Bellingham telah membukukan dua gol dan dua assist untuk skuat asuhan Jose Mourinho. Angka ini menunjukkan bahwa ia berada di jalur yang tepat untuk menyamai atau bahkan melampaui catatan debutnya pada musim 2023-2024, ketika ia mengemas 23 gol dan 13 assist di semua kompetisi.
Produktivitas Bellingham memang sempat menurun drastis dalam dua musim terakhir. Pada musim 2024-2025, ia “hanya” mencetak 15 gol, dan musim lalu angkanya turun menjadi delapan gol. Penurunan ini tidak lepas dari masalah fisik yang menghantuinya, termasuk operasi bahu kiri dan cedera otot yang berulang. Namun, awal musim ini menunjukkan performa Bellingham yang mulai melejit lagi.
“Pemulihan dari cedera tidak pernah mudah, tetapi saya selalu percaya pada proses dan dukungan tim,” ujar Bellingham dalam wawancara singkat usai pertandingan, sebagaimana dikutip dari laporan media Spanyol. “Saya merasa fit, kuat, dan siap membantu tim meraih kemenangan.”
Perubahan Taktik Mourinho Jadi Kunci
Salah satu faktor penting di balik kebangkitan Bellingham adalah perubahan taktik yang diterapkan oleh Jose Mourinho. Dalam skema 4-2-3-1, Bellingham ditempatkan sebagai gelandang serang di belakang duet Vinicius Junior dan Kylian Mbappe. Posisi ini memberinya kebebasan lebih untuk beroperasi di sekitar kotak penalti lawan, memanfaatkan ruang yang tercipta dari pergerakan dua penyerang cepat di depannya.
Mourinho, yang dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan taktik yang detail, mengakui bahwa fleksibilitas Bellingham menjadi aset berharga. “Dia adalah pemain unik dan sangat penting bagi tim. Dia memiliki beragam talenta, mulai dari kemampuan fisik, mental, hingga taktik,” kata Mourinho dalam konferensi pers usai laga.
Pelatih asal Portugal itu juga menyoroti kemampuan Bellingham dalam bertahan. “Dia juga memiliki kemampuan untuk merebut kembali bola, melakukan pressing dengan efektif, dan mencetak gol, terutama melalui sundulan. Dia adalah pemain yang benar-benar mengesankan,” tambah Mourinho.
Jude Bellingham bangkit tidak hanya karena faktor fisik, tetapi juga karena kepercayaan penuh dari pelatihnya yang memberinya peran sentral di lini tengah.
Sinergi Tiga Bintang di Lini Depan
Selain faktor taktik, sinergi antara Bellingham, Vinicius Junior, dan Kylian Mbappe menjadi kunci lain dari efektivitas serangan Madrid. Ketiganya menunjukkan pemahaman bermain yang semakin matang, saling bertukar posisi dan menciptakan ruang bagi satu sama lain.
Mourinho sendiri mengakui bahwa ketiga pemain ini memiliki kecepatan berpikir dan kualitas yang sama. “Pemain-pemain yang sangat, sangat bagus selalu ingin bermain bersama karena mereka memiliki kecepatan berpikir dan kualitas sama. Mereka juga harus bisa saling melengkapi,” ujar Mourinho.
Lebih jauh, Mourinho sekaligus menepis anggapan yang pernah beredar mengenai keengganannya menumpuk pemain bintang di lini depan. “Memang sempat dikatakan bahwa Mou tidak menginginkan ketiganya, tetapi yang selalu saya katakan adalah saya ingin pemain-pemain terbaik. Ada empati dan kerja sama tim di antara mereka. Mereka semua adalah pemain yang luar biasa,” tegas Mourinho.
Masa Depan Cerah di Madrid
Dengan kembalinya performa terbaik Bellingham, Madrid memiliki senjata ampuh di lini tengah. Kombinasi antara kreativitas, visi bermain, dan kemampuan mencetak gol dari lini kedua membuat lini serang Los Blancos semakin sulit dibendung.
Jika Bellingham mampu mempertahankan konsistensinya, bukan tidak mungkin ia akan kembali mencatatkan angka 20+ gol di akhir musim. Dan yang lebih penting, kebangkitannya bisa menjadi pendorong utama bagi Real Madrid untuk merebut kembali gelar La Liga yang sempat lepas dalam dua musim terakhir.
Jude Bellingham bangkit di saat yang tepat. Kini, semua mata tertuju padanya untuk terus menunjukkan bahwa ia adalah salah satu gelandang terbaik di dunia.






