Yonarmed 21/Kawali menggelar latihan kalibrasi meriam 105 mm tarik berskala besar.
Makassar — Batalyon Armed 21/Kawali, satuan kebanggaan TNI Angkatan Darat yang masih tergolong muda, baru saja menorehkan babak penting dalam sejarah militernya dengan menggelar latihan kalibrasi meriam 105 mm tarik berskala besar. Deru dentuman meriam menggelegar di medan latihan Dodiklatpur Rindam XIV/Hsn Bance’e, Kabupaten Bone, menandai dimulainya rangkaian latihan militer yang melibatkan pucuk-pucuk senjata berat mematikan tersebut.
Latihan unjuk ketepatan dan akurasi prajurit serta meriam ini ditinjau langsung oleh para petinggi militer, dipimpin oleh Danpussenarmed, Mayjen TNI Dr. Budi Eko Mulyono, untuk memastikan kesiapan tempur satuan artileri medan. Kehadiran pati bintang dua bersama sejumlah petinggi Pussenarmed tersebut didampingi jajaran petinggi Kodam XIV/Hsn, di antaranya Asops Kasdam XIV/Hsn Kolonel Inf Dwi Agung Prihanto, Aster Kasdam XIV/Hsn Kolonel Arm Muh. Saifudin Khoiruzzamani, serta Danyonarmed 21/Kawali Letkol Arm Rianto Hartomo.
Kunjungan kerja spesifik Danpussenarmed ke daerah latihan pada Jumat (28/8/2026) ini menjadi bukti nyata perhatian serius pimpinan TNI AD terhadap pengembangan kemampuan satuan artileri medan, khususnya Yonarmed 21/Kawali yang baru diresmikan pada tahun 2022.
Dikonfirmasi perihal latihan tersebut, Danyonarmed 21/Kawali Letkol Arm Rianto Hartomo menyebutkan bahwa latihan Menembak Senjata Berat (Latbakjatrat) Kalibrasi Meriam 105 mm tarik ini merupakan latihan yang bertujuan mutlak untuk melihat titik capai jatuhnya munisi dari 18 pucuk meriam, serta jumlah total standar kekuatan satu Batalyon Armed.
“Tidak sembarang satuan Armed di Indonesia mendapatkan kesempatan emas ini. Alokasi Bakjatrat Kalibrasi nasional dijadwalkan hanya 10 tahun sekali. Latihan ini hanya dilaksanakan setiap 10 tahun sekali,” jelas Letkol Rianto dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).
Sebanyak 140 prajurit Yonarmed 21/Kawali diterjunkan langsung dalam latihan yang disupervisi ketat oleh Pussenarmed serta diawasi dan ditinjau langsung oleh Danpussenarmed sebagai Pimpinan Umum Latihan (Pimumlat). Jumlah ini setara dengan kekuatan penuh satu batalyon, yang terbagi dalam tiga baterai tempur.
Hasil tembakan kalibrasi ini akan dikelompokkan ulang guna menentukan formasi pembagian Baterai Tempur A, Baterai Tempur B, dan Baterai Tempur C. Ketiga baterai ini menjadi ujung tombak daya gedor pertahanan darat yang harus memiliki akurasi dan keseragaman tembakan.
Fondasi Akurasi Artileri Medan
Letkol Rianto menegaskan bahwa sebagai satuan artileri medan yang usianya masih tergolong belia—baru diresmikan pada 2022—Yonarmed 21/Kawali dituntut untuk langsung bergerak cepat mengejar standar operasional militer tertinggi. Kalibrasi meriam 105 mm ini adalah fondasi dan akurasi tembakan artileri yang tidak bisa ditawar.
“Salah hitung atau gagal kalibrasi berarti kegagalan fatal dalam mendistribusikan Baterai Tempur (A, B, dan C) yang menjadi ujung tombak daya gedor pertahanan darat,” tegasnya.
Dengan kehadiran langsung Danpussenarmed dan instruksi langsung dari Pangdam XIV/Hasanuddin, Yonarmed 21/Kawali membuktikan diri siap bertransformasi menjadi satuan pemukul yang disegani, profesional, modern, dan senantiasa dicintai rakyat.
Usai kalibrasi massal dengan 18 pucuk meriam, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Latihan Menembak Senjata Berat Teknis (Latbakjatratnis). Berbeda dengan kalibrasi, latihan teknis ini difokuskan pada 6 pucuk meriam atau setara dengan kekuatan satu Baterai Tempur saja, yakni Raipur B Yonarmed 21/Kawali.
Latihan teknis ini bertujuan untuk menguji kemampuan teknis prajurit dalam mengoperasikan meriam, mulai dari proses pengisian, penguncian, pengarah sasaran, hingga prosedur keselamatan tembakan. Setiap prajurit dituntut untuk menguasai setiap tahapan dengan presisi tinggi.
Selain ketepatan sasaran, rangkaian Latbakjatratnis ini juga memegang teguh instruksi tegas Pangdam XIV/Hasanuddin sebagai perintah yang harus diwujudkan, yaitu Zero Accident serta kemanunggalan TNI dan rakyat.
“Pangdam XIV/Hasanuddin secara khusus menekankan pentingnya menjaga faktor keamanan. Tidak boleh ada toleransi terhadap kerugian personel maupun materiil, serta diharamkan merusak fasilitas umum atau merugikan masyarakat sekitar,” papar Letkol Rianto.
Instruksi lain yang ditekankan adalah bahwa prajurit Kodam Hasanuddin di mana pun berada harus senantiasa berguna bagi masyarakat, bahkan di daerah latihan sekalipun. Itu sebabnya dalam latihan ini juga dirangkaikan dengan bakti sosial, yaitu pembagian sembako kepada masyarakat sekitar daerah latihan.
Yonarmed 21/Kawali yang bermarkas di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, merupakan satuan artileri medan yang diresmikan pada tahun 2022 sebagai bagian dari penguatan kekuatan TNI AD di kawasan Indonesia Timur. Meskipun masih muda, satuan ini telah menunjukkan kemajuan pesat dalam berbagai latihan dan uji tempur.
Keikutsertaan dalam latihan kalibrasi nasional yang hanya digelar 10 tahun sekali menjadi pencapaian bergengsi bagi satuan ini. Ini menandakan bahwa Yonarmed 21/Kawali telah diakui kemampuannya untuk mengemban amanat sebagai salah satu satuan pemukul andalan di wilayah Kodam XIV/Hasanuddin. (*)





