H Badris Salam
Makassar — Bursa calon ketua Real Estate Indonesia Sulawesi Selatan semakin hangat menjelang pemilihan kepengurusan baru. Tokoh senior industri properti sekaligus mantan Ketua DPD REI Sulsel, HAM Yusran Paris, secara terbuka mengutarakan dukungannya kepada Haji Badris Salam untuk memimpin DPD REI Sulsel masa bakti 2026–2031.
Langkah politik organisasi ini dinilai sebagai sinyal kuat bagi pergerakan peta dukungan di tubuh asosiasi pengembang tertua di Indonesia tersebut. Yusran menilai kepemimpinan REI Sulsel ke depan membutuhkan nakhoda yang tak hanya paham peta bisnis, tetapi juga siap mengabdi penuh demi kemajuan para anggotanya.
===================================================
PROFIL SINGKAT & REKAM JEJAK HAJI BADRIS SALAM
===================================================
[Prestasi Bisnis] : Top 3 Pengembang Rumah Subsidi
Nasional (Versi REI & Kemenpera)
[Sosial & Filantropi]: Rutin Donasi Rumah Layak Huni
Saban Tahun
[Managerial Event] : Sukses Pelaksana Turnamen Padel
REI Merdeka Perdana
===================================================
Kriteria Pemimpin REI Sulsel Menurut Sang Senior
Proses pergantian estafet kepemimpinan di tubuh asosiasi properti daerah membutuhkan figur dengan rekam jejak yang sudah teruji. Menurut Yusran Paris, syarat utama untuk menduduki kursi nomor satu di REI Sulsel adalah kombinasi antara kapasitas manajerial, loyalitas, dan dedikasi tanpa batas.
Kriteria krusial tersebut diyakini ada pada diri Haji Badris Salam. Komitmen sosial dan loyalitasnya terhadap organisasi telah terbukti lewat tindakan nyata selama bertahun-tahun, bukan sekadar janji manis menjelang musyawarah daerah.
“Kriteria tersebut ada pada sosok Haji Badris. Beliau rela mengorbankan waktu dan materi. Hal ini terbukti dari konsistensinya mendonasikan rumah bagi masyarakat kurang mampu setiap tahun, serta selalu mendukung berbagai agenda kegiatan REI,” tegas Yusran.
Rekam Jejak Prestasi dan Kepemimpinan Organisasi
Selain aktif dalam aksi kemanusiaan, rekam jejak Haji Badris di ranah eksekusi kegiatan organisasi juga teruji. Keberhasilannya mengawal ajang Turnamen Padel REI Merdeka menjadi bukti nyata kapasitas manajerialnya. Event olahraga yang baru pertama kali diselenggarakan oleh DPD REI Sulsel tersebut sukses menyedot perhatian antusiasme para pengembang dan pemangku kepentingan daerah.
Dari sisi profesionalitas bisnis, reputasi Haji Badris di industri perumahan nasional tak perlu diragukan lagi. Perusahaan properti yang dikelolanya berhasil menembus jajaran elit pengembang di tanah air lewat deretan apresiasi bergengsi.
Penghargaan Nasional: Masuk dalam daftar tiga pengembang rumah subsidi terbaik di Indonesia.
Kemitraan Strategis: Diakui oleh perbankan nasional, DPP REI, hingga Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Tata Kelola Bisnis: Mampu menyelaraskan antara pencapaian omzet bisnis dan tanggung jawab sosial korporasi.
+——————————————————————-+
| TANTANGAN UTAMA INDUSTRI PROPERTI SULSEL |
+——————————————————————-+
| 1. Perizinan & Birokrasi | Integrasi izin daerah yang masih lambat|
| 2. Rantai Pasok Material | Fluktuasi harga bahan bangunan pokok |
| 3. Akses Perbankan | Kuota & regulasi KPR subsidi pemerintah|
+——————————————————————-+
Dinamika industri properti di Sulawesi Selatan diprediksi bakal menghadapi tantangan yang makin kompleks. Para pengembang lokal dihadapkan pada persoalan klasik seperti ketatnya regulasi perizinan, fluktuasi harga bahan bangunan, hingga dinamika skema pembiayaan KPR subsidi dari perbankan.
Guna menyelesaikan hambatan sistematis tersebut, REI Sulsel membutuhkan sosok ketua yang memiliki jejaring kolaborasi yang luas. Yusran optimistis bahwa reputasi dan hubungan harmonis yang dibangun Haji Badris bersama pemerintah daerah, lembaga perbankan, serta stakeholder terkait akan menjadi modal utama dalam membawa asosiasi ini melangkah lebih maju. (*)





