MAKASSAR — Dinamika kebutuhan dunia Industri dan Dunia Kerja (IDUKA) yang berkembang cepat menuntut lembaga pendidikan vokasi untuk senantiasa adaptif. Menjawab tantangan tersebut, Sekolah Menengah Kejuruan-Sekolah Menengah Analis Kimia (SMK SMAK) Makassar menggelar agenda strategis bertajuk Review Kurikulum dan Evaluasi Dual System Terstruktur di Aula SMK-SMAK Makassar, Rabu (9/9/2026).
Agenda forum diskusi dan evaluasi ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang PDSI Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Selatan yang hadir mewakili Kepala Disperindag Sulsel.
Kegiatan ini dihadiri oleh 22 delegasi dari 18 mitra industri terkemuka, laboratorium forensik, hingga perwakilan perguruan tinggi tinggi. Pertemuan lintas sektor ini dirancang sebagai wadah sinergi guna mengukur tingkat relevansi materi pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan riil pasar kerja saat ini.
Komitmen Sekolah dan Harapan Industri untuk Link and Match
Kepala SMK-SMAK Makassar, I Ketut Suryawirawan, menegaskan, kemitraan strategis dengan dunia industri merupakan kunci utama dalam menjaga kualitas lulusan.
Forum ini menjadi sarana vital untuk memastikan kelulusan siswa benar-benar terserap optimal oleh pasar kerja melalui prinsip penyelarasan kurikulum (link and match).
“Kemitraan strategis ini sangat berarti bagi sekolah dalam memastikan keselarasan (link and match) antara pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan nyata di dunia industri, khususnya pada program Keahlian Kimia Analisis,” ujar I Ketut Suryawirawan.
Ia menambahkan, keterlibatan praktisi secara langsung sangat dibutuhkan untuk mengukur sejauh mana keterampilan siswa di kelas, relevan dengan standar kerja modern.
“Melalui forum validasi dan evaluasi ini, kami sangat mengharapkan masukan mendalam dan objektif dari Bapak dan Ibu mitra industri terkait beberapa poin krusial kompetensi peserta didik,” tambahnya.
Hadirkan Pakar S4C dan Deretan Mitra Industri Terkemuka
Kualitas pembahasan dalam kegiatan ini semakin diperkuat dengan hadirnya narasumber dari Skills For Future Readiness Project (S4C), yaitu Master ICT, Asri dan Yusdianto. Kehadiran pakar teknologi informasi dan komunikasi ini memberikan wawasan mendalam mengenai integrasi teknologi digital dalam kurikulum kejuruan.
Selain itu, deretan mitra industri ternama serta instansi strategis turut hadir memberikan masukan langsung, di antaranya:
- PT Semen Tonasa: Industri manufaktur semen terbesar di kawasan timur Indonesia.
- PT Charoen Pokphand Indonesia: Industri agrobisnis dan pengolahan pangan nasional.
- PT Grand Viro & PT SANMAL: Industri pengolahan lingkungan dan manufaktur.
- Bidang Laboratorium Forensik (Labfor): Instansi pengujian saintifik dan kepolisian.
- Departemen Kimia FMIPA Universitas Hasanuddin (Unhas): Mitra akademik dan akademisi perguruan tinggi.
5 Pilar Strategis Evaluasi Magang Dual System
Salah satu fokus utama yang dibahas adalah pelaksanaan program Magang Dual System. Program pendidikan berbasis industri ini memungkinkan peserta didik menimba pengalaman kerja langsung di perusahaan mitra selama masa studi.
Untuk memastikan program magang berjalan optimal dan berdampak terukur, SMK-SMAK Makassar menerapkan lima kerangka kerja evaluasi berkesinambungan:
- Validate (Validasi): Menilai dan memastikan bahwa capaian pembelajaran serta kompetensi siswa di sekolah sudah sinkron dengan standar kerja profesional di industri.
- Evaluate (Evaluasi): Menggali umpan balik dan catatan objektif dari para mentor industri mengenai kinerja, kedisiplinan, serta penguasaan materi para siswa selama mengikuti program magang.
- Improve (Peningkatan): Mengidentifikasi aspek-aspek teknis, modul pembelajaran, maupun fasilitas praktikum yang perlu dibenahi dan diperbarui.
- Collaborate (Kolaborasi): Memperkuat jejaring kemitraan strategis yang saling menguntungkan antara lembaga pendidikan vokasi dan pihak korporasi.
- Follow Up (Tindak Lanjut): Menyusun rekomendasi nyata dan peta jalan (roadmap) perbaikan yang disepakati bersama sebagai standar operasional prosedur (SOP) baru.
Keterlibatan 18 mitra industri dan perguruan tinggi dalam agenda ini tidak sekadar formalitas tahunan, melainkan fokus pada pencapaian outcomes pendidikan yang nyata. Diskusi intensif dalam forum menghasilkan sejumlah keluaran strategis yang akan langsung diimplementasikan pada tahun ajaran berjalan. (*)

