Site icon macassar.id

Ketua PWI Sulsel Beberkan Strategi Penguatan Kompetensi Wartawan 

PWI

Ketua PWI Sulsel, Suwardi Tahir (kanan) di studio RRI, Kamis (17/9/2026)

Makassar — Dinamika industri media massa di era digital menuntut insan pers untuk terus beradaptasi tanpa menanggalkan kaidah dasar jurnalistik. Dalam merespons tantangan tersebut, Persatuan Wartawan Indonesia Sulawesi Selatan (PWI Sulsel) menyiapkan langkah taktis demi memperkuat kapasitas para jurnalis di daerah.

Ketua PWI Sulsel Periode 2026–2031, Ir. H. Suwardi Thahir, M.I.Kom., hadir langsung sebagai narasumber utama dalam dialog interaktif di studio RRI Makassar. Diskusi yang dipandu oleh presenter Alpianus Ba’ka ini mengupas tuntas jajaran program kerja prioritas PWI Sulsel, khususnya terkait komitmen organisasi dalam menggembleng profesionalisme serta integritas para pemburu berita di lapangan.

Dalam dialog tersebut, Suwardi menegaskan bahwa penguatan kemampuan teknis dan pemahaman etika merupakan fondasi utama. Tanpa dua pilar ini, insan pers akan kesulitan melahirkan produk karya jurnalistik yang berbobot, akurat, dan patuh pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Guna mewujudkan visi tersebut, PWI Sulsel memprioritaskan penyelenggaraan program edukasi serta pelatihan teknis secara berlanjut bagi para jurnalis di seluruh kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Agenda ini dirancang untuk mengasah keterampilan meliput, memperluas cakrawala berpikir, serta memperdalam pemahaman jurnalis terhadap tren teknologi pers yang bergerak sangat cepat.

Menanggapi pertanyaan Alpianus Ba’ka mengenai gempuran arus informasi di media sosial, Suwardi mengimbau agar para wartawan tidak terjebak dalam pusaran berita bohong atau hoax. Pergeseran pola konsumsi informasi masyarakat menuntut jurnalis modern untuk bekerja lebih cermat dan tangkas, terutama dalam menjalankan fungsi uji informasi.

Proses verifikasi data dan konfirmasi berlapang-lapang (cover both sides) harus menjadi filter utama sebelum sebuah artikel diterbitkan ke publik. Langkah disiplin ini penting demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap media siber resmi di tengah maraknya informasi yang tidak terverifikasi.

Regenerasi Wartawan Muda dan Sinergi Kelembagaan

Selain pembenahan kapasitas individu, PWI Sulsel menaruh perhatian besar pada agenda regenerasi internal organisasi. Suwardi mengungkapkan bahwa organisasinya berkomitmen membuka ruang selebar-lebarnya bagi para jurnalis muda untuk bertumbuh dan mengambil peran strategis.

Melalui pendampingan dan pelatihan kepemimpinan, PWI Sulsel ingin membentuk calon-calon pemimpin pers masa depan yang tidak hanya mahir mengolah berita, tetapi juga memiliki integritas moral yang kokoh. Generasi baru pers ini diharapkan siap menjawab tantangan zaman dan menjaga marwah profesi wartawan di masa depan.

Di samping itu, PWI Sulsel aktif membangun jalinan sinergi dan jejaring komunikasi bersama pelbagai pemangku kepentingan (stakeholders), baik dari jajaran pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga sektor swasta. Meski demikian, Suwardi menegaskan bahwa seluruh bentuk kerja sama lintas lembaga wajib menjunjung tinggi sikap independen.

PWI Sulsel menolak tegas segala bentuk intervensi yang dapat menggadaikan independensi pers. Setiap sinergi yang dibangun harus selalu berorientasi pada kemaslahatan publik dan keterbukaan informasi.

Perlindungan Hukum dan Masa Depan Pers Daerah

Sebagai penutup rangkaian dialog interaktif tersebut, Suwardi Thahir menekankan kembali komitmen DPD PWI Sulsel dalam memberikan perlindungan hukum bagi para jurnalis yang menjalankan

tugas resminya di lapangan. Ancaman kekerasan, kriminalisasi, maupun intimidasi terhadap pers harus diantisipasi melalui advokasi hukum yang solid dan terstruktur.

Dengan memadukan pengembangan skill, pembenahan kelembagaan, regenerasi wartawan muda, serta jaminan perlindungan hukum, PWI Sulsel optimistis ekosistem pers di Sulawesi Selatan akan semakin sehat dan bermutu. Langkah ini diharapkan tidak cuma memberikan dampak positif bagi para insan pers, tetapi juga memperkokoh peran media massa sebagai pilar demokrasi yang tepercaya bagi publik. (*)

Exit mobile version