Makassar — Perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia Sulawesi Selatan (DPD REI Sulsel) kian memanas. Gelombang dukungan terhadap Haji Badris Salam untuk menduduki posisi puncak kepemimpinan organisasi pengembang tersebut mengalir makin deras. Berbagai dorongan moral dan politik organisasi terus berdatangan dari para tokoh serta pelaku industri properti terkemuka di daerah.
Dukungan teranyar dan terbilang sangat signifikan datang dari Direktur PT Bakti Persada Perkasa, La Tunreng. Tokoh pengembang senior yang disegani ini menyatakan komitmen serta dukungannya secara terbuka kepada Badris Salam. Ia menilai Badris sebagai figur yang paling siap, matang, dan ideal untuk menahkodai REI Sulsel periode mendatang.
Langkah ini mempertegas posisi Badris di barisan depan bursa calon ketua. Konsolidasi yang dibangun bersama para pengusaha properti senior dinilai menjadi pendorong utama arus dukungan menjelang Musda.
La Tunreng mengungkapkan bahwa Badris Salam memiliki kriteria kepemimpinan yang utuh dan komprehensif. Selain sangat menguasai peta industri perumahan dan komersial di Sulawesi Selatan, Badris juga dinilai memiliki jam terbang serta rekam jejak yang solid dalam mengelola organisasi.
“Haji Badris Salam adalah sosok yang sangat kompeten dan memiliki kapasitas yang tidak perlu diragukan lagi untuk memimpin REI Sulsel ke depan. Beliau paham betul seluk-beluk dinamika serta tantangan bisnis properti yang dihadapi para pengembang saat ini,” tegas La Tunreng saat memberikan keterangannya di Makassar.
Menurut La Tunreng, landasan industri perumahan di Sulawesi Selatan saat ini sedang berhadapan dengan iklim usaha yang cukup kompleks. Berbagai tantangan muncul, mulai dari ketatnya aturan tata ruang, ketidakpastian regulasi perizinan perumahan, fluktuasi harga bahan bangunan, hingga dinamika daya beli masyarakat.
Oleh karena itu, asosiasi sebesar REI Sulsel membutuhkan nahkoda yang tidak hanya andal dalam mengeksekusi strategi bisnis perusahaannya sendiri. Lebih dari itu, ketua terpilih wajib memiliki ketangguhan manajerial, kapasitas diplomasi yang kuat, serta pola komunikasi yang cair ke seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).
Aspek vital lain yang digarisbawahi oleh La Tunreng adalah pentingnya menjaga kondusivitas serta persatuan di internal organisasi. Ia menitipkan pesan mendalam apabila nantinya Badris Salam mendapatkan amanah dari para anggota untuk memimpin DPD REI Sulsel.
Satu di antara harapan besarnya adalah kemampuan pemimpin baru dalam menjadi pengayom bagi seluruh strata pengembang. Organisasi tidak boleh membeda-bedakan perhatian antara pengembang skala besar, menengah, maupun pengembang perumahan rakyat skala kecil.
“Harapan besar kami, jika kelak terpilih, beliau dapat merangkul dan mengayomi seluruh anggota REI Sulsel tanpa terkecuali. Tidak boleh ada dikotomi atau pengkotak-kotakan. Kebersamaan, kesolidan, serta semangat saling merangkul antar-pengembang adalah kunci utama untuk membawa REI Sulsel jauh lebih maju,” lanjut La Tunreng.
Prinsip kesetaraan dan solidaritas ini dianggap krusial agar pengembang kelas menengah ke bawah di daerah memperoleh perlindungan hukum, kemudahan akses pembiayaan bank, serta pendampingan perizinan yang setara.
Modal Sosial Kokoh Menuju Musda DPD REI Sulsel
Pernyataan tegas dari jajaran pimpinan PT Bakti Persada Perkasa ini kian memperkokoh fondasi pemenangan Haji Badris Salam. Arus dukungan dari tokoh-tokoh kunci industri perumahan di Sulawesi Selatan menjadi modal sosial yang amat berharga menuju gelaran Musda DPD REI Sulsel.
Badris Salam sendiri dikenal memiliki karakter inklusif dan aktif membina hubungan harmonis dengan instansi pemerintah daerah, jajaran perbankan penyalur KPR, serta para pelaku usaha pendukung industri properti. Kemampuannya membangun jembatan komunikasi antar-lembaga menjadi daya tarik utama bagi para anggota asosiasi.
Dengan makin banyaknya apresiasi dari para senior dan sejawat pengembang, pertarungan gagasan menuju Musda DPD REI Sulsel diprediksi akan berlangsung dinamis. Para anggota berharap kepemimpinan baru nantinya sanggup membawa terobosan strategis demi membangkitkan kembali gairah sektor properti di Sulawesi Selatan. (*)

