Alumni SMA Muhammadiyah 1 Ujung Pandang Angkatan 1984 rutin menggelar pertemuan.
MAKASSAR — Menjaga hubungan pertemanan setelah puluhan tahun berpisah dari bangku sekolah menjadi alasan para alumni SMA Muhammadiyah 1 Ujung Pandang Angkatan 1984 rutin menggelar pertemuan.
Program silaturahmi tersebut digelar secara berkala setiap bulan. Selain menjadi ruang untuk bertemu dan bernostalgia, kegiatan itu juga menjadi wadah bagi para alumni untuk saling memberikan dukungan di tengah usia mereka yang kini rata-rata telah memasuki 60 tahun ke atas.
Ketua Angkatan 1984, Dr. H.M. Jamil Misbach, SH, MH, bersama para alumni terus mendorong agar komunikasi antarlulusan tetap terjaga.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan alumni dikoordinasikan oleh Ketua Panitia Penyelenggara Program Alumni Angkatan 84, Ir. Kadar Badaruddin Dio.
Pertemuan alumni tidak hanya dilakukan dalam satu bentuk kegiatan. Setiap bulan terdapat agenda yang berlangsung di dalam ruangan maupun di ruang terbuka.
Dalam satu bulan, kegiatan biasanya terdiri dari dua agenda **indoor** dan satu agenda **outdoor**. Kegiatan luar ruang menjadi kesempatan bagi alumni untuk berkumpul sekaligus menikmati suasana alam, seperti kegiatan yang pernah dilaksanakan di Malino.
Selain pertemuan rutin, para alumni juga menggelar arisan bulanan sebagai bagian dari aktivitas kebersamaan.
Dihadiri Sejumlah Tokoh
Kegiatan alumni tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah tokoh. Bu Suwarni, anggota DPRD Kota Balikpapan dari Fraksi Golkar yang telah menjalani dua periode masa jabatan, hadir dalam kegiatan tersebut dan disebut sebagai sponsor utama.
Sejumlah alumni yang memiliki aktivitas di pemerintahan maupun organisasi juga turut menjadi bagian dari jaringan silaturahmi Angkatan 1984.
Di antaranya Dr. Ir. Nasrullah Alfi, yang disebut pernah menjabat sebagai Dirjen di Kementerian Pertanian dan kini menjadi staf ahli Menteri Pertanian, serta Prof. Dr. Karta Jayadi yang merupakan Ketua IKA Alumni SMA Muhammadiyah 1 Ujung Pandang.
Haris Abd. Rachman, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PKS, dan Ustaz Zaitun Rasmin juga disebut sebagai alumni Angkatan 1984 yang diundang dalam kegiatan tersebut. Namun, keduanya berhalangan hadir.
Bagi para alumni, rangkaian kegiatan tersebut bukan sekadar agenda berkumpul. Pertemuan rutin menjadi sarana untuk mempertahankan silaturahmi sekaligus membangun kepedulian di antara teman-teman yang telah bersama sejak masa sekolah.
Dengan usia rata-rata alumni yang telah memasuki 60 tahun ke atas, kebersamaan menjadi bagian penting dari aktivitas mereka. Melalui pertemuan rutin, para alumni dapat tetap saling berkomunikasi, berbagi cerita, dan memberikan dukungan satu sama lain.
Semangat tersebut membuat program alumni Angkatan 1984 terus dijalankan sebagai ruang kebersamaan yang mempertemukan kembali teman-teman lama dalam suasana kekeluargaan.
“Insha Allah akhir tahun ini diagendakan bisa lebih lengkap yang hadir,” harap pengacara senior. (*)






