Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menyalami warga saat peresmian CFD Rusa, Ahad (18/10/2026)
MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar menghadirkan Car Free Day (CFD) di Jalan Rusa, Kelurahan Maricaya, Kecamatan Makassar, sebagai ruang publik sekaligus alternatif tempat usaha bagi pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meresmikan kegiatan tersebut pada Minggu (18/10/2026) pagi. Ia menegaskan, keberadaan CFD harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan warga.
“Pada hari ini, saya ingin menyampaikan bahwa kegiatan ini harus dimaksimalkan dengan baik. Artinya, kegiatan ini harus bermanfaat untuk masyarakat. Jangan dilakukan kalau tidak ada manfaatnya untuk masyarakat,” tegas Munafri yang akrab disapa Appi.
Menurut Appi, penataan PKL di Makassar tidak boleh berhenti pada penertiban. Pemerintah juga perlu menghadirkan solusi agar pedagang tetap memiliki kesempatan mencari nafkah melalui ruang usaha yang lebih tertata.
Kawasan CFD Jalan Rusa diharapkan menjadi tempat masyarakat berolahraga sekaligus berbelanja berbagai produk lokal. Pilihan dagangan yang ditawarkan meliputi kuliner, sayuran, pakaian, hingga produk kreatif.
UMKM Warga Setempat Diminta Diprioritaskan
Appi meminta Camat Makassar memprioritaskan warga setempat untuk memperoleh kesempatan berjualan di kawasan CFD. Pengaturan lapak, menurutnya, perlu dilakukan secara adil agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
Ia berharap ruang usaha tersebut membantu pelaku UMKM mengembangkan usahanya sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.
“Ini perlu dijaga, agar UMKM yang hadir benar-benar mampu untuk dihidupkan, untuk diberdayakan, sehingga pendapatan dan kesejahteraan mereka bisa lebih meningkat lagi,” ujarnya.
Kehadiran CFD juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Makassar menghidupkan titik-titik aktivitas baru di kawasan perkotaan. Appi menyebut pendekatan tersebut sebagai akupunktur kota, yakni intervensi pada titik tertentu untuk menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Dengan konsep itu, Jalan Rusa diharapkan tidak hanya menjadi tempat berolahraga dan berbelanja, tetapi juga ruang pertemuan warga yang memperkuat interaksi sosial dan menggerakkan ekonomi lokal.
“Sehingga terbuka ruang-ruang interaksi yang harus mempertemukan masyarakat dengan masyarakat yang ada untuk bagaimana memberdayakan masyarakat yang ada di sekitar,” kata Appi.
Ia juga mengimbau camat, lurah, serta ketua RT dan RW menghadirkan kegiatan edukatif secara rutin setiap pekan. Dengan demikian, CFD dapat berkembang menjadi ruang publik produktif yang memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
Kebersihan dan Ketertiban Jadi Perhatian
Selain mendorong aktivitas ekonomi, Appi mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan selama CFD berlangsung.
Ia menegaskan, tanggung jawab menjaga kebersihan bukan hanya berada di tangan petugas kebersihan, tetapi juga pedagang dan pengunjung.
“Jangan setelah acara ini sampai jam 10.00, sampahnya masih berserakan di mana-mana. Sampah ini tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, tapi tanggung jawab kita semua,” katanya.
Appi turut meminta pedagang makanan memperhatikan kebersihan dan higienitas produk yang dijual. Pengelola juga diminta mencegah konflik antarpedagang melalui pengaturan lapak yang tertib dan adil.
“Jangan tempat ini dijadikan tempat untuk saling jago-jagoan, tempat untuk berkelahi. Kalau itu terjadi, saya akan langsung tutup kegiatan ini,” tegasnya.
Penataan kawasan juga harus memperhatikan kenyamanan dan keselamatan pengunjung. Posisi lapak tidak boleh menghalangi jalur pejalan kaki, sementara akses evakuasi harus tetap tersedia, termasuk bagi ambulans dan kendaraan darurat.
Sesuai konsep CFD, kendaraan juga tidak diperbolehkan melintas di kawasan tersebut selama jam pelaksanaan yang telah ditentukan.
Keberlanjutan CFD Bergantung pada Warga
Appi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, khususnya warga yang bermukim di sekitar Jalan Rusa, atas dukungan terhadap pelaksanaan CFD.
Menurutnya, keterlibatan dan rasa memiliki masyarakat menjadi faktor penting agar kegiatan tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Ini adalah tempat kita bersama. Tidak ada yang bisa menjaga tempat ini kalau bukan kita. Maka dari itu, mari kita menjaga tempat ini, menjaga acaranya setiap minggu berjalan dengan kondusif,” tuturnya.
Pemkot Makassar berharap CFD Jalan Rusa dapat menjadi contoh pemanfaatan ruang publik yang menggabungkan olahraga, interaksi sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, penataan PKL diharapkan tidak menjadi akhir dari aktivitas usaha pedagang, melainkan menjadi langkah menuju ruang berjualan yang lebih tertib sekaligus membuka peluang bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang. (*)





