Konferensi Daerah (Konferda) V Dewan Pimpinan Daerah (DPD) API Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang digelar di Gedung Serbaguna TYM, Jalan Domba, Makassar, Kamis (22/10/2026).
MAKASSAR — Penguatan kemitraan dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat menjadi salah satu agenda penting Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Sulawesi Selatan. Organisasi ini didorong memperluas pelayanan sosial sekaligus berperan aktif menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Pesan tersebut mengemuka dalam Konferensi Daerah (Konferda) V Dewan Pimpinan Daerah (DPD) API Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang digelar di Gedung Serbaguna TYM, Jalan Domba, Makassar, Kamis (22/10/2026).
Ketua Umum DPP API, Pdt. Brigjen TNI (Purn) Harsanto Adi Soekamto, mengatakan konferda bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, melainkan momentum untuk mengevaluasi organisasi, meningkatkan kapasitas pengurus, dan mempererat hubungan antarpemimpin gereja.
Ia menjelaskan, terdapat tiga agenda penting dalam konferda, yakni suksesi kepemimpinan secara demokratis, pembekalan kapasitas organisasi, serta penguatan silaturahmi antarpendeta di Sulawesi Selatan.
Menurut Harsanto, DPD API Sulsel juga perlu memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan maupun keagamaan. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas jangkauan pelayanan dan membantu organisasi merespons persoalan sosial, kemanusiaan, serta lingkungan.
Konferda V API Sulsel mengangkat tema “Biarlah Rohmu Menyala-nyala dan Layanilah Tuhan”. Tema tersebut menjadi landasan bagi organisasi untuk memperkuat integritas, kepedulian sosial, dan komitmen pelayanan kepada masyarakat.
Pemerintah dorong peran organisasi keagamaan
Dukungan terhadap penguatan peran API juga disampaikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Pesan Gubernur Sulsel yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Kerakyatan, Since Erna Lamba, menekankan pentingnya program kerja yang dapat diwujudkan dalam tindakan nyata.
Organisasi keagamaan diharapkan berkontribusi melalui kegiatan sosial, keberanian menyuarakan kebenaran, serta upaya menjaga kedamaian di tengah masyarakat.
Pemerintah provinsi juga menilai pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tetapi membutuhkan fondasi karakter, solidaritas sosial, kejujuran, dan toleransi.
Sementara itu, Pemerintah Kota Makassar melalui Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Ahmad Namsum, menyampaikan harapan agar konferda melahirkan pengurus yang berdedikasi dan siap berkolaborasi dengan pemerintah.
Peran organisasi keagamaan dinilai penting dalam menjaga kerukunan umat dan menjadikan keberagaman sebagai modal sosial dalam pembangunan kota.
API Sulsel perkuat konsolidasi dan pelayanan
Ketua DPD API Sulsel, Pdt. Daniel S. Kusbin, mengajak seluruh jajaran organisasi mempererat sinergi dengan pemerintah, mendoakan bangsa, serta konsisten menyuarakan nilai kebenaran dan pencerahan kepada masyarakat.
Ia menegaskan komitmen API Sulsel untuk turut merawat toleransi dan menjaga kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat yang beragam.
Ketua panitia yang juga Sekretaris DPD API Sulsel, Pdt. Fareast Hiro Rombot, berharap konferda menjadi ruang lahirnya gagasan baru yang menjawab kebutuhan gereja dan masyarakat.
Ia juga berharap pengurus yang terpilih nantinya tidak hanya menjalankan tugas struktural, tetapi mampu menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi publik.
Melalui Konferda V, API Sulsel diharapkan semakin solid dalam menjalankan organisasi, memperluas kemitraan, dan mengembangkan pelayanan sosial. Keberhasilan agenda tersebut selanjutnya akan bergantung pada tindak lanjut program kerja dan kolaborasi yang dibangun bersama berbagai pihak. (*)






