Gubernur Berkinerja Baik. --mudabicaraid--
MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman masuk dalam 10 besar gubernur dengan penilaian kinerja baik dari kelompok muda berdasarkan Survei Nasional Muda Bicara ID dalam Pandangan Kelompok Muda.

Dalam hasil survei tersebut, Andi Sudirman menempati peringkat kedelapan dengan tingkat penilaian sebesar 35,7 persen. Survei melibatkan 800 responden dari kelompok muda dan dilaksanakan pada 15 September hingga 10 Oktober 2026.
Penilaian terhadap para gubernur, menurut materi yang disampaikan, berkaitan antara lain dengan pemerataan pembangunan hingga daerah terpencil serta aktivitas di media sosial. Pemerataan pembangunan disebut menjadi perhatian 18,80 persen responden, sedangkan aktivitas gubernur di media sosial mencapai 36,10 persen.
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Hasanuddin (Unhas), Rizal Pauzi, menilai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat menjadi salah satu aspek yang diapresiasi publik, khususnya kelompok muda.
“Salah satunya adalah program Multi Years Project (MYP), yang hasil pembangunannya dapat dilihat dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Rizal dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).
Menurut Rizal, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur melalui program Multi Years Project (MYP) senilai Rp3,7 triliun.
Program tersebut mencakup pembangunan dan perbaikan jalan, rehabilitasi daerah irigasi, serta pembangunan dua rumah sakit regional. Infrastruktur yang dikerjakan ditargetkan rampung pada 2027.
Pada sektor jalan, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp2,5 triliun untuk perbaikan dan pengaspalan sepanjang sekitar 1.000 kilometer. Pekerjaan tersebut terbagi dalam sekitar 83 ruas jalan yang tersebar di 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Sementara itu, pembangunan dan rehabilitasi irigasi mendapat alokasi Rp780 miliar dengan cakupan layanan sekitar 54.000 hektare sawah.
Adapun pembangunan Rumah Sakit Regional Selatan di Gowa dan Rumah Sakit Regional Utara di Luwu memiliki nilai anggaran sekitar Rp485 miliar.
“Saya melihat Gubernur (Andi Sudirman Sulaiman) memiliki keberanian mengambil kebijakan dengan memprioritaskan pembangunan infrastruktur, karena memang itu yang paling dibutuhkan masyarakat,” ujar Rizal.
Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Tumbuh 5,59 Persen
Selain pembangunan infrastruktur, sejumlah indikator ekonomi Sulawesi Selatan juga menunjukkan perkembangan positif berdasarkan data yang dikutip dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Pada triwulan II 2026, ekonomi Sulawesi Selatan tumbuh 5,59 persen secara tahunan atau year-on-year (y-on-y). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,29 persen.
Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan ditopang sejumlah sektor unggulan, antara lain pertanian, perdagangan, konstruksi, dan industri pengolahan.
Dari sisi kemiskinan, BPS mencatat jumlah penduduk miskin di Sulawesi Selatan pada Maret 2026 mencapai 669,63 ribu orang atau 7,24 persen dari total penduduk. Angka tersebut berkurang 15,51 ribu orang dibandingkan September 2025.
Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 tercatat sebesar 4,66 persen, turun 0,29 poin persentase dibandingkan Februari 2026.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Selatan pada 2025 juga meningkat menjadi 75,92, dibandingkan 75,18 pada 2024.
Meski sejumlah indikator tersebut menunjukkan perkembangan positif, penilaian terhadap kinerja pemerintah daerah tetap perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk dampak pembangunan terhadap pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. (*)




