MAKASSAR – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menyalurkan 100 paket sembako kepada penyandang disabilitas dalam kegiatan Kolaborasi Menuju Pengabdian Masyarakat (KOMPAK) 2026, Sabtu (31/10/2026).
Bantuan tersebut diserahkan Wakil Ketua II BAZNAS Kota Makassar, Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag., M.H., di sela-sela kegiatan yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa dan Keluarga Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas).
Setiap paket bantuan berisi sejumlah kebutuhan pokok, antara lain gula, tepung terigu, susu, dan biskuit.
Abdul Azis mengatakan, penyaluran bantuan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian sosial yang bersumber dari nilai-nilai keagamaan.
Menurutnya, di tengah perkembangan zaman yang bergerak cepat, masyarakat perlu meluangkan waktu untuk memperhatikan dan bergandengan tangan dengan kelompok yang membutuhkan perhatian, termasuk penyandang disabilitas.
Ia menilai, bantuan tersebut juga menunjukkan bagaimana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang ditunaikan para muzaki dapat diolah menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.
“ZIS menjelma menjadi sembako. Dan sembako inilah membuat dapur-dapur sederhana mengepul, menjadi kebutuhan pokok yang menenangkan pikiran penyandang disabilitas, sekaligus menjadi wujud nyata dari solidaritas antarsesama,” ujarnya.
Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Makassar itu menambahkan, bantuan yang disalurkan tidak hanya bernilai material. Di dalamnya terdapat pesan tentang kepedulian, penghormatan terhadap martabat manusia, dan rasa kebersamaan.
Ia mengakui, secara jumlah 100 paket bantuan mungkin terlihat sederhana. Namun, menurutnya, bantuan tersebut memiliki makna besar bagi penerimanya.
“Agama bukan hanya soal teks di atas kitab suci, butir-butir doa di atas sajadah, atau ritual di tempat ibadah. Agama yang hidup adalah agama yang hadir meredakan lapar, menghapus air mata, dan mengembalikan senyum mereka yang diuji dengan keterbatasan,” tuturnya.
Abdul Azis juga menyebut penyaluran bantuan tersebut sejalan dengan visi dan misi BAZNAS Kota Makassar periode 2026–2031, yakni mewujudkan tata kelola zakat yang amanah, profesional, inklusif, dan berdampak.
Misi tersebut mencakup peningkatan kualitas pelayanan, pembudayaan zakat sebagai gaya hidup, penguatan pengumpulan ZIS untuk pengentasan kemiskinan dan kesenjangan sosial, penggerakan dakwah Islam, serta penerapan manajemen berbasis teknologi informasi yang transparan dan akuntabel.
Ia menilai visi dan misi BAZNAS Makassar tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kota Makassar periode 2025–2030, yaitu “Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan”.
Sementara itu, sejumlah penerima bantuan menyampaikan apresiasi atas perhatian BAZNAS Makassar. Bagi mereka, kehadiran langsung pimpinan BAZNAS dalam penyerahan bantuan menjadi bentuk kepedulian yang berarti di tengah berbagai tantangan kehidupan sehari-hari.
Salah seorang penerima bantuan yang tidak bersedia disebutkan identitasnya mengatakan, bantuan tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian masyarakat melalui dana zakat, infak, dan sedekah dapat menjangkau penyandang disabilitas.
“Bantuan yang diserahkan BAZNAS kepada kami penyandang disabilitas ini menjadi pengingat bahwa kasih sayang masyarakat muslim di Kota Makassar melalui instrumen zakat, infak, dan sedekah kepada BAZNAS Makassar akhirnya tiba juga kepada kami yang memiliki keterbatasan, baik fisik, mental, dan lainnya,” ungkapnya. (*)


Komentar