SAARBRÜCKEN – Pasangan ganda putri Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, sukses meraih gelar juara Hylo Open 2026. Mereka menaklukkan unggulan pertama asal Chinese Taipei, Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun, melalui pertandingan dua gim langsung dengan skor 21-18, 21-19.
Final turnamen yang berlangsung di Saarbrücken, Jerman, Minggu (1/11/2026), tersebut berjalan ketat. Namun, Amallia/Fadia mampu menjaga ketenangan hingga memastikan kemenangan atas pasangan unggulan teratas itu.
Amallia Cahaya Pratiwi mengaku senang dan bersyukur bisa meningkatkan pencapaian bersama Fadia melalui gelar juara tersebut.
Menurutnya, pertandingan final berlangsung ketat sejak awal hingga poin-poin penentuan. Keduanya berusaha tetap tenang, fokus, dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan.
“Permainan tadi cukup ketat, dari awal sampai game poin, tapi kami mencoba untuk tetap tenang, fokus, dan tidak terburu-buru,” kata Amallia.
Ia juga menyebut arahan pelatih Karel, Nitya, dan Kelana menjadi bagian penting dalam perjuangan mereka. Para pelatih mengingatkan agar keduanya lebih berani, saling menutupi kelemahan, dan terus memberikan tekanan kepada lawan.
Amallia mengatakan gelar Hylo Open 2026 memiliki arti penting sebagai modal untuk melangkah ke level yang lebih tinggi. Ia mempersembahkan kemenangan tersebut kepada jajaran pelatih, tim ganda putri Indonesia, keluarga, pasangan, serta masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan.
Sementara itu, Siti Fadia Silva Ramadhanti mengungkapkan rasa bahagia karena berhasil meraih gelar di turnamen level Super 500 tersebut.
Fadia menjelaskan, strategi permainan yang diterapkan pada gim pertama dan kedua pada dasarnya tidak mengalami perubahan. Namun, pada gim kedua, mereka sempat melakukan terlalu banyak kesalahan sendiri sehingga memberikan kesempatan kepada lawan untuk lebih berani menyerang.
Kemenangan ini juga memiliki makna emosional bagi Fadia. Ia mengingat pengalamannya saat mencapai final Hylo Open 2023 bersama Apriyani Rahayu. Ketika itu, Apriyani mengalami cedera setelah mereka memenangi gim pertama.
Pengalaman tersebut sempat terlintas dalam pikirannya menjelang pertandingan final tahun ini.
“Sebelum pertandingan agak kebayang-bayang juga dan sedihnya ada juga, tapi berusaha fokus lagi pas udah di lapangan, lebih tenang dan lebih atur nafasnya lagi,” ungkap Fadia.
Setelah meraih gelar Hylo Open 2026, Fadia menegaskan keinginannya untuk mencapai level yang lebih tinggi bersama Amallia.
Ia menyebut kesempatan di turnamen kali ini dapat dimaksimalkan dengan baik, termasuk karena tidak banyak pemain papan atas yang ambil bagian.
Keberhasilan mengalahkan unggulan pertama sekaligus menjadi modal penting bagi Amallia/Fadia untuk menghadapi persaingan pada turnamen-turnamen berikutnya. (*)


Komentar