
Andi Iwan Darmawan Aras atau yang biasa dikenal dengan akronim AIA adalah seorang petarung. Kesan petarung itu bukan hanya muncul dari orang dekatnya saja, tetapi juga muncul dari orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya.
Direktur Eksekutif PT Indeks Politica Indonesia (PT IPI) Suwadi Idris Hamid yang pernah menjadi konsultan politik AIA saat maju mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif dari Partai Gerindra pada2019 lalu.
Dia terkesan dengan sengat mentalitas AIA dalam memperjuangkan keinginannya. Selalu dengan full power namun tetap penuh perhitungan. Menurutnya, AIA adalah figur yang tidak setengah-setengah dalam berpolitik.
Bukti semangat tarungnya itu juga terlihat dalam perjalanannya berorganisasi. AIA tercatat sebagai Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Sulsel periode 2020-2025. Awalnya terdapat 13 nama yang terjaring menjadi bakal calon ketua Kadin saat itu.
Di jenjang berikutnya, berhasil tersaring tiga nama yaitu AIA, HM Natsir Kalla dan Taufiq Fachruddin. AIA bagai terjepit oleh dua gunung besar saat itu. Dua rifalnya bukan orang biasa. Mereka berasal dari keluarga tokoh Sulsel. Natsir Kalla misalnya, dia adalah adik HM Jusuf Kalla pengusaha sukses yang juga Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12.
Sementara satunya lagi, adalah Taufiq Fachruddin yang tak lain ipar dari Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.
Namun dengan perhitungan yang matang dan perjuangan yang tak setengah-setengah, dia berhasil terpilih sebagai ketua melalui mekanisme aklamasi.
Selain menjadi Ketua Kadin Sulsel, AIA juga pernah menjabat posisi sebagai Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi (Gapensi) Sulsel pada tahun 2013.
Ada kisah menarik pada pertarungan berorganisasi AIA sebelum menduduki kursi Ketua Kadin Sulsel. Dia juga sempat mencalonkan diri menjadi Ketua HIPMI Sulsel. Di sinilah awal mula ketenaran AIA sebelum duduk di DPR RI.
Hal itu bermula ketika terjadi sukses pucuk pimpinan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulsel ke-13 pada 2013. Di situ dia menyatakan diri untuk maju melawan Amirullah Abbas, pengusaha alat berat.
Persaingan keduanya sangat sengit. Bahkan sempat terjadi adu fisik antara dua pendukung. Hingga akhirnya terjadi kericuhan di lokasi Musda Hipmi Sulsel di Hotel Sahid. Setidaknya terjadi sekitar lima kali kericuhan saat digelar musda itu.
Akhirnya, puluhan anggota Brimob Polda Sulselbar pun diturunkan untuk mengamankan rivalitas dua pengusaha itu. Bahkan sebelum kegiatan dimulai, para petugas melakukan pemeriksaan dengan ketat untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tak diinginkan.
Pada pemilihan itu, AIA harus menelan pil pahit. Dia kalah perolehan suara dari rivalnya. Amirullah Abbas berhasil meraup 65 suara dari 115 suara.
Sebelumnya memang beredar kabar dan itu sampai di telinga AIA, bahwa pada pemilihan itu Amirullah Abbas sudah mengantongi komitmen mayoritas suara dari para pemegang suara di Musda HIPMI itu. Namun meski mengetahui fak itu, AIA tetap ngotot maju dan enggan untuk surut. Meski pada akhirnya harus mengakui kemenangan Amirullah Abbas.
Setahun setelah itu, AIA pun mempersiapkan dirinya untuk mencalonkan diri sebagai Calon Legislator (Caleg) Partai Gerindra. Kali ini dia harus menang. Dan benar saja. Dia berhasil duduk di kursi DPR RI pada 2014-2019.
Dia duduk mewakili Dapil Sulawesi Selatan II dengan memperoleh 91,739 suara. Dia duduk di Komisi V yang membidangi desa dan daerah tertinggal, perumahan rakyat dan transportasi.
Pada periode berikutnya, 2019-2024 AIA kembali lagi terpilih ke senayan, hal itu memperkuat posisinya di dunia politik. Bahkan dia pun didapuk menjadi Ketua Gerindra Sulsel dan menjadi motor kemenangan Capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat itu.
AIA adalah seorang pengusaha di bidang jasa konstruksi yaitu di PT Wardana Artha Guna dan juga rumah sakit bersalin PT Gia Lestari. Sejak lulus kuliah AIA memang gemar berorganisasi.
Pada 1998 dia bergabung dengan asosiasi pengusaha Gapensi Kota Makassar dan menjabat sebagai Sekretaris (1998-2006) dan Wakil Ketua (2007-2012).
Pada 1999 AIA juga aktif mengurus klub sepak bola kebanggaan Makassar, PSM dan akhirnya dipercaya menjadi Bendahara dari Liga Remaja PSM (2000). Karena aktif di industri konstruksi AIA diberi tanggung jawab menjadi Sekretaris bidang Perusahaan dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJKD) Provinsi Sulawesi Selatan (2008-2012).
Dalam keluarga AIA sebenarnya tak banyak yang memilih profesi sebagai politik dan sekaligus pengusaha. Ayahnya, Andi Darmawan Aras sendiri berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan sempat menduduki jabatan sebagai Asisten I Gubernur Sulsel.
AIA memulai usahanya dengan menjadi kontraktor yang banyak membangun dermaga-dermaga di daerah. Juga membangun jalan.
Entah apakah ada hubungan antara masa kecil AIA yang banyak bermain di sungai dengan kiprahnya membangun dermaga di mana-mana. Namun diakuinya, dia memang selalu senang melihat aktivitas di sungai karena mengingatkan dirinya saat masih kecil dulu.
“Saya dulu waktu kecil sering bermain di sini. Waktu itu belum ada jembatan. Kita ‘mappincara’ (naik perahu) untuk menyeberang. Kondisinya sekarang Alhamdulillah sudah banyak perubahan. Hadir di sini mengingatkan saya pada masa kecil,” ,” katanya saat berkunjung di Desa Balielo, Wajo.
Setelah cukup matang di dunia konstruksi, dia mengikuti jejak pendahulunya para pengusaha- pengusaha sukses untuk ikut masuk berkiprah di dunia politik. Sebut misalnya, HM Jusuf Kalla, HM Aksa Mahmud, Erwin Aksa, Sandiaga Uno, dan banyak lagi lainnya para mantan Ketua Kadin yang terjun ke dunia politik. (*)
Biodata
Andi Irwan Darmawan Aras S.E., M.Si.,
Tempat / Tanggak Lahir: Ujungpandang / 26 Juni 1976
Riwayat Pendidikan:
SD Negeri Komplek IKIP Ujungpandang. Tahun: – 1982
SMP , SMP Islam Athirah Ujungpandang. Tahun: – 1987
SMA , SMA Negeri 2 Ujungpandang. Tahun: – 1990
S1 Ekonomi, Universitas Hasanudin. Tahun: – 1998
Riwayat Pekerjaan:
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Sebagai: Anggota. Tahun: 2019 – 2020
Ketua Kelompok Fraksi Gerindra Komisi V DPR RI, Sebagai: Ketua. Tahun: 2019 – 2020
Badan Urusan Rumah Tangga (BURT), Sebagai: Anggota. Tahun: 2018 – 2019
Panja RUU Sumber Daya Air, Sebagai: Anggota. Tahun: 2018 –
Pansus RUU Daerah Kepulauan, Sebagai: Anggota. Tahun: 2018 –
Badan Kerjasama Antar Parleme (BKSAP) , Sebagai: Anggota. Tahun: 2016 – 2018
Ketua Kelompok Fraksi Gerindra Komisi V, Sebagai: Ketua. Tahun: 2016 – 2019
Badan Penganggaran MPR RI, Sebagai: Anggota. Tahun: 2016 – 2019
Bendahara Fraksi Gerindra MPR RI, Sebagai: Bendahara. Tahun: 2016 – 2019
Panja RUU Jasa Konstruksi, Sebagai: Anggota. Tahun: 2016 –
Badan Anggaran (BANGGAR) DPR RI, Sebagai: Anggota. Tahun: 2014 – 2016
Riwayat Organisasi
Ketua KADIN Provinsi Selawesi Selatan, Sebagai: Ketua. Tahun: 2020 – 2025
Ketua Dewan Pembina BPP HIPMI , Sebagai: Ketua. Tahun: 2020 – 2023
Ketua Umum DPD Partai Gerindra Provinsi Sulawesi Selatan, Sebagai: Ketua. Tahun: 2019 – 2024
Ketua Bidang Infrastruktur, Perhubungan dan Properti BPP HIPMI, Sebagai: Ketua. Tahun: 2017 –
2019
Dewan Penasehat DPP Pemuda Tani Indonesia, Sebagai: Dewan Penasehat. Tahun: 2016 – 2021
Ketua Pertimbangan BPP GAPENSI, Sebagai: Anggota. Tahun: 2016 – 2019
Manajer Kejuaraan Dunia Pencak Silat Indonesia, Sebagai: Manajer. Tahun: 2016 –
Bendahara Umum DPN HKTI, Sebagai: Bendahara. Tahun: 2015 – 2020
Ketua Bidang Pertahanan DPP Partai Gerindra, Sebagai: Ketua. Tahun: 2015 – 2020
Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Infrastruktur KADIN Indonesia, Sebagai: Wakil Ketua. Tahun: 2010 –
2012
Sekretaris Bidang Perusahaan LPKJ Provinsi Sulawesi Selatan , Sebagai: Sekretaris. Tahun: 2008 –
2012
Wakil Ketua OKK DPD Partai Gerindra Provinsi Sulawesi Selatan, Sebagai: Wakil Ketua. Tahun: 2008 –
2010
Wakil Ketua BPD GAPENSI Provinsi Sulawesi Selatan, Sebagai: Wakil Ketua. Tahun: 2007 – 2012
Sewan Pembina BPD HIPMI Provinsi Sulawesi Selatan, Sebagai: Dewan Pembina. Tahun: 2006 – 2009
Sumber: Buku Tokoh Sulsel 2021-2023






