
MAKASSAR – Dinas Kesehatan Kota Makassar aktif merespons keluhan masyarakat terkait layanan kesehatan, salah satunya melalui penanganan cepat terhadap pasien luka diabetes. Hal ini dibuktikan dengan tindak lanjut tim home care yang turun langsung memberikan resep dan obat setelah menerima laporan mengenai pasien dengan luka pada betis kanan yang didiagnosis sebagai luka diabetes.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nur Saidah Sirajuddin, M.Kes, menegaskan komitmennya untuk memastikan layanan kesehatan tersampaikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Penanganan ini merupakan bagian dari respons terhadap aduan yang masuk melalui sistem pengaduan terintegrasi pemerintah kota.
“Kami pastikan layanan kesehatan tersampaikan dari aduan masyarakat untuk melayani pasien yang membutuhkan pertolongan tersebut,” tegas Nur Saidah, Selasa (3/2/2026).
Mekanisme Cepat melalui LONTARA+
Efektivitas penanganan ini didukung oleh program Aduan LONTARA+, sebuah platform pengaduan digital milik Pemerintah Kota Makassar. Setiap laporan masyarakat yang masuk melalui sistem ini ditindaklanjuti secara cepat dan terarah oleh unit kerja terkait, dalam hal ini Dinas Kesehatan.
“Melalui program Aduan LONTARA+, setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti dengan cepat dan terarah,” jelasnya.
Mekanisme ini memungkinkan koordinasi yang efisien antara pelapor, dinas terkait, dan tenaga kesehatan di lapangan, seperti tim home care, sehingga intervensi kesehatan dapat dilakukan tepat waktu, terutama untuk kasus kronis seperti diabetes yang memerlukan penanganan berkelanjutan.
Komitmen Layanan Kesehatan Optimal
Upaya responsif ini bukanlah insiden tunggal, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan Dinas Kesehatan Kota Makassar dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar bagi warganya.
“Upaya ini menjadi komitmen Dinas Kesehatan Kota Makassar dalam mewujudkan layanan yang terbaik bagi masyarakat Kota Makassar,” pungkas Nur Saidah.
Penanganan kasus luka diabetes ini menggarisbawahi pentingnya sistem pengaduan yang responsif dan layanan kesehatan yang menjangkau (home care) dalam menangani penyakit tidak menular yang membutuhkan perawatan jangka panjang. Layanan home care dinilai krusial untuk pasien dengan mobilitas terbatas atau yang tinggal di daerah dengan akses fasilitas kesehatan yang kurang memadai. (*)






