
YOGYAKARTA – Komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mendigitalisasi sistem pengadaan barang dan jasa membuahkan hasil manis di tingkat nasional. Pemkot Makassar resmi menerima penghargaan Best Adoption of Government Marketplace Award 2025 pada ajang Mbizmarket Award yang digelar di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Kamis (29/1/2026).
Penghargaan bergengsi ini diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, yang hadir mewakili Wali Kota Munafri Arifuddin.
- Kemendagri Setujui, Seleksi Direksi PDAM Makassar Berlanjut, 24 Peserta Siap Ikuti Tahap Wawancara
- Korban Geng Motor di Ablam Dirawat Gratis di RS Daya, Pemkot Makassar Tanggung Biaya
- Alumni FEB Unhas Luncurkan “Seruan Bulungan”: Ekonomi RI Kena Sindrom Stabilitas Semu, Terjebak Drifting Economy
- Munafri Buka Sipakracca MMA Sulsel, 100 Atlet Siap Bertarung Menuju Panggung Dunia
- Raih 47 Juara, Kafilah MTQ Makassar Diberi Bonus oleh Wali Kota Munafri
Pengakuan Nasional atas Transparansi Pengadaan
Mbizmarket Award 2025 merupakan bentuk apresiasi bagi instansi pemerintah yang dinilai paling konsisten dan aktif dalam melakukan transformasi digital. Makassar dianggap berhasil mengimplementasikan sistem lokapasar (marketplace) dalam pengadaan barang dan jasa secara transparan, akuntabel, dan efisien.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat transformasi digital. Tujuannya jelas: tata kelola pemerintahan yang bersih, efisien, dan berdampak langsung pada pelayanan publik,” tegas Aliyah Mustika Ilham usai menerima trofi.
Sinergi Lintas Institusi Nasional
Ajang ini bukan sekadar seremoni, melainkan wadah kolaborasi yang dihadiri tokoh-tokoh kunci pengadaan nasional, antara lain:
- LKPP RI (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah).
- Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan.
- Direktorat Jenderal Pajak serta jajaran pimpinan Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia.
Kehadiran Aliyah Mustika Ilham dalam forum ini turut didampingi oleh Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Makassar, Syibli Muhammad, dan Kabag Umum RSUD Daya, Netty.
Mengapa Penghargaan Ini Penting?
Pencapaian ini menegaskan posisi Makassar sebagai kota progresif di Indonesia Timur. Dengan mengadopsi sistem marketplace untuk belanja pemerintah, Makassar berhasil:
- Meminimalisir Pungli: Transaksi terekam secara digital dan transparan.
- Efisiensi Anggaran: Mendapatkan harga terbaik melalui persaingan penyedia yang sehat.
- Dukungan UMKM: Memberi ruang bagi vendor lokal untuk masuk ke dalam ekosistem belanja pemerintah. (*)



