
MAKASSAR — Misteri dibalik krisis air bersih yang berbulan-bulan mengikis kesabaran warga Makassar, khususnya di wilayah utara, akhirnya terkuak. Bukan sekadar alasan klasik penurunan debit air baku saat kemarau, akar masalahnya ternyata mengendap di dasar saluran air baku: pendangkalan parah hingga tiga meter yang diduga dibiarkan tanpa pengerukan sejak tahun 1979.
Temuan mencengangkan ini terungkap setelah Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar, Andi Syahrum, turun langsung menyusuri jalur air baku sepanjang kawasan Lekopancing hingga Panaikang.
“Kalau setiap kali masyarakat mengeluh lalu kita hanya mengatakan debit air menurun—padahal saat musim hujan pun air tetap tidak mengalir—tentu itu bukan solusi. Tugas kami adalah mencari jalan keluar agar pelayanan kembali normal,” tegas Andi Syahrum saat berbicara dalam Dialog Luar Studio RRI Pro 1 Makassar di Kantor Kelurahan Cambayya, Ujung Tanah, Selasa (21/7/2026).
Jurus Maraton PDAM Makassar: Pengerukan 15 Km & Perbaikan Pompa
Merespons temuan tersebut, PDAM Makassar langsung mengambil tindakan cepat melalui tiga langkah strategis:
1. Pengerukan Saluran Baku Secara Masif
Pengerukan besar-besaran telah berjalan selama tiga pekan terakhir dan masih terus berlanjut. Targetnya adalah menormalisasi saluran sepanjang kurang lebih 15 kilometer menuju kawasan Manggala dengan kedalaman pengerukan mencapai dua meter. Hasilnya, pasokan air baku mulai kembali mengalir deras.
2. Revitalisasi Pompa Intake Manggala
PDAM menyelesaikan perbaikan total pada Pompa Intake Manggala yang sempat mangkrak akibat kerusakan sejak Oktober 2025, lengkap dengan pembenahan sistem kelistrikannya. Pompa ini berperan vital menyedot air baku dari Sungai Moncongloe—sumber utama penopang produksi air bersih Makassar.
Jika debit air dari Moncongloe dapat dimaksimalkan hingga 600 liter per detik, distribusi air ke wilayah utara dipastikan akan pulih total.
3. Interkoneksi Pipa Maccini Sombala – Tallo
Untuk memperluas jangkauan ke daerah yang paling menantang, PDAM memperkuat jaringan pipa distribusi dari Maccini Sombala langsung menuju kawasan Tallo.
Luruskan Isu “Air Sisa 30 Hari” & Siapkan Armada Darurat
Dalam kesempatan yang sama, Andi Syahrum meluruskan rumor yang beredar di masyarakat mengenai cadangan air PDAM yang disebut hanya cukup untuk 30 hari ke depan.
“Cadangan air PDAM itu bukan seperti stok di dalam tangki yang tinggal dihitung harinya. Sumber air baku kami berada di sungai dan terus kami pantau setiap hari,” jelasnya menepis kekhawatiran publik.
Menghadapi potensi kemarau panjang, PDAM Makassar juga telah menyiagakan 14 unit mobil tangki air bersih untuk kebutuhan darurat pelanggan. Skema bantuan ini diperkuat oleh armada Pemprov Sulsel dan Dinas Pemadam Kebakaran jika situasi makin krusial, bahkan terbuka bagi warga non-pelanggan melalui koordinasi RT/RW setempat.
Warga & Pemerintah Kecamatan Mulai Rasakan Dampak
Upaya progresif PDAM Makassar ini mendapat apresiasi langsung dari pimpinan wilayah terdampak. Camat Ujung Tanah, Andi Unru, mengonfirmasi bahwa warga di kawasannya mulai kembali menikmati kucuran air bersih.
“Alhamdulillah, langkah-langkah yang dilakukan Pak Dirut sudah mulai terlihat hasilnya. Beberapa wilayah yang sebelumnya mengalami kendala distribusi kini pelayanannya semakin baik. Harapan kami kondisi ini terus dipertahankan,” ungkap Andi Unru.
Dengan kombinasi penataan infrastruktur jangka panjang dan penanganan darurat yang cepat, PDAM Kota Makassar optimistis pemerataan pasokan air bersih di seluruh sudut kota dapat segera terwujud sepenuhnya. (*)






