Sejumlah pengendara roda dua harus antre lama untuk mendapatkan pertalite, Selasa (8/9/2026)
MAKASSAR — Pemandangan tak biasa mewarnai sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar selama beberapa hari terakhir. Antrean panjang kendaraan mengular tajam tidak hanya terjadi pada jalur pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar untuk armada truk, melainkan juga merembet ke jalur pengisian Pertalite untuk sepeda motor dan mobil pribadi.
Berdasarkan pemantauan langsung di lapangan pada Selasa (8/9/2026), fenomena antrean kendaraan ini melonjak drastis dibandingkan hari-hari biasanya. Jika sebelumnya antrean panjang didominasi oleh kendaraan berat jenis truk, kini kendaraan roda dua dan roda empat milik masyarakat umum turut memadati area pengisian BBM di berbagai sudut kota.
Kondisi antrean padat ini terlihat sangat jelas di SPBU Jalan Bawakaraeng. Puluhan sepeda motor tampak berjejer rapi membentuk empat barisan panjang hingga mengular ke luar pintu masuk kawasan SPBU.
Situasi serupa juga terpantau merata di sejumlah titik vital SPBU lainnya di Makassar, antara lain: SPBU Jalan Perintis Kemerdekaan, SPBU Jalan Pengayoman, SPBU Jalan Rappocini, SPBU Jalan Ratulangi dan SPBU Jalan Bawakaraeng
Kondisi ini memicu kebingungan di kalangan pengendara yang menggantungkan mobilitas harian mereka pada ketersediaan BBM jenis Pertalite dan Solar.
Fenomena antrean yang mendadak ini memicu beragam reaksi dari para pengguna jalan. Nurul (35), seorang pengendara lokal, mengaku terkejut melihat penumpukan kendaraan di hampir seluruh lokasi pengisian BBM yang ia sambangi.
“Semua SPBU yang saya datangi antreannya panjang, bukan cuma truk tetapi juga motor. Saya tidak tahu apa penyebabnya, apakah karena kurang stok atau ada hal lain,” keluh Nurul saat ditemui di lokasi antrean.
Hal senada diungkapkan Iwan (50), seorang pekerja yang sehari-hari beraktivitas di sekitar Jalan Bawakaraeng. Ia menyebutkan bahwa situasi tidak biasa ini telah berlangsung selama kurun waktu tiga hari berturut-turut.
“Sudah tiga hari seperti ini, antrean sangat panjang. Saya kerja di dekat sini jadi tahu betul. Apakah stoknya yang kurang? Tapi kalau dilihat stok selalu ada, atau mungkin jumlah pembeli yang tiba-tiba melonjak? Pihak Pertamina tentu perlu memberikan penjelasan resmi,” tegas Iwan.
Menanggapi kepanikan dan pertanyaan warga, petugas operasional SPBU di Jalan Bawakaraeng memberikan konfirmasi mengenai kondisi riil pasokan BBM di tempatnya bekerja. Pihaknya menegaskan bahwa ketersediaan pasokan Pertalite sebenarnya relatif aman dan tidak mengalami kelangkaan sistematis.
Petugas menerangkan bahwa kekosongan stok yang sempat terjadi hanya bersifat sementara saat menunggu proses bongkar muat bahan bakar dari armada tangki distribusi.
“Stok Pertalite sebenarnya selalu tersedia. Memang sempat habis, tetapi itu tidak lama karena mobil tangki langsung datang mengisi kembali. Fenomena peningkatan antrean kendaraan seperti ini memang sudah berlangsung selama tiga hari terakhir,” terang petugas SPBU tersebut.
Meski pasokan diklaim tetap terjaga, masyarakat berharap pihak terkait seperti Pertamina dan Pemkot Makassar segera mengambil langkah antisipasi serta memberikan edukasi transparan demi mengurai kepadatan kendaraan di jalan raya. (*)





