
MAKASSAR,– Di gedung megah DPRD Sulawesi Selatan, Kamis (31/10/24), suasana khidmat menyelimuti ruangan paripurna. Di antara deretan tokoh yang mengucap sumpah, sosok Yasir Machmud, SE, M.Si, berdiri tegap. Hari itu bukan sekadar pelantikan biasa; itu adalah puncak dari perjalanan panjang seorang pemuda yang memulai langkahnya dari dunia usaha hingga menjadi pemegang mandat rakyat terbesar di Dapil VII Bone.
Ditetapkan sebagai Wakil Ketua II DPRD Sulsel periode 2024-2029, Yasir membawa catatan statistik yang mencengangkan: 51.234 suara. Angka ini bukan sekadar deretan digit, melainkan bukti kepercayaan masyarakat yang mengantarkan Partai Gerindra merajai perolehan kursi di “Bumi Arung Palakka”.
Akar Pendidikan dan Ketajaman Naluri Bisnis
Lahir dan menempuh pendidikan dasar di SDN 22 Macege, Yasir muda adalah produk asli pendidikan lokal yang haus akan tantangan. Setelah menyelesaikan masa sekolah di MTSN 1 dan SMKN 1 Watampone, ia mengasah logika ekonominya di Universitas Muslim Indonesia (UMI).
Ilmu ekonomi itulah yang menjadi kompasnya. Sebelum terjun ke politik, Yasir adalah petarung di dunia korporasi. Sejak 2008, ia sudah menakhodai berbagai perusahaan, mulai dari PT Yasika Bhakti Nusantara hingga sektor pariwisata melalui Yasika Nusantara Tour & Travel.
Prestasi internasional dan nasional pun diraihnya. Pada tahun 2011, ia dianugerahi gelar Direktur Berprestasi dalam Pembangunan Bidang Pertanian oleh Menteri Pertanian. Tak berhenti di situ, efektivitasnya sebagai mitra kerja PT Petrosida Gresik diakui berturut-turut pada 2012 dan 2013.
Ketajaman ini teruji saat ia menjabat Direktur Utama BUMD Sulsel, PT Sulsel Citra Indonesia (2021–2023). Di tangannya, dividen perusahaan meningkat tajam, dan aset daerah senilai ratusan miliar rupiah berhasil diselamatkan.
Sang “Cum Laude” yang Haus Organisasi
Meski sibuk di dunia usaha, Yasir tak abai pada pendidikan formal. Pada 2023, ia menyelesaikan studi Magister Ilmu Pemerintahan di Universitas Hasanuddin dengan predikat IPK Sempurna 4,0. Prestasi akademik ini membuktikan bahwa ia bukan politisi yang hanya bermodalkan popularitas, melainkan juga kapasitas intelektual.
Daftar organisasinya pun panjang, mencerminkan pengaruhnya yang lintas sektoral:
Olahraga: Ketua KONI Sulsel (2022–2026) dan Ketua Umum Pabersi Sulsel.
Kepemudaan: Mantan Ketua KNPI Sulsel.
Politik Strategis: Ketua Umum Repnas Prabowo-Gibran Sulsel dan Ketua Tim Pemenangan Andi Asman-Andi Akmal di Pilkada Bone 2024.
Warisan Kepemimpinan: Dari Ayah ke Putri
Belakangan, nama Yasir kembali menghiasi tajuk berita utama, namun kali ini melalui kiprah putri sulungnya, Yasika Aulia Ramadhany. Di usia yang baru 20 tahun, Yasika dijuluki “Ratu MBG” (Makan Bergizi Gratis) karena mengelola 41 dapur program nasional tersebut di Sulawesi Selatan.
Keberanian Yasika memimpin yayasan besar di usia belia dianggap banyak pihak sebagai buah dari “sekolah kehidupan” yang diajarkan Yasir. Sebagai ayah, Yasir menjadi pilar pendukung yang memberikan fondasi manajerial kuat bagi sang putri untuk mengabdi pada masyarakat.
Menatap Masa Depan Sulsel
Kini, sebagai pimpinan DPRD, Yasir memiliki visi yang jelas. Ia ingin parlemen bukan hanya sekadar gedung rapat, tapi menjadi mekanisme check and balance yang sehat bagi pemerintahan provinsi ke depan.
“Rakyat hanya bisa diperhatikan secara langsung melalui pemerintahan. InsyaAllah, aspirasi masyarakat akan kami perjuangkan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya usai pelantikan.
Didampingi keluarga besar dan para direksi perusahaannya, Yasir Machmud memulai babak baru. Dari seorang pebisnis muda yang visioner, kini ia memegang kemudi legislatif, siap merumuskan kebijakan yang berpihak pada rakyat Sulawesi Selatan. (*)





