
MAKASSAR — PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah SulSelBarRa Maluku mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang sangat signifikan sepanjang Semester I tahun 2026. Hingga 30 Juni 2026, Pegadaian Kanwil SulSelBarRa Maluku berhasil meraup laba bersih sebesar Rp1,23 triliun.
Capaian tersebut melonjak hingga 36,52% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.
Pertumbuhan laba bersih ini sejalan dengan meningkatnya angka penyaluran pembiayaan di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Tenggara, dan Maluku.
Outstanding Loan Pegadaian SulSelBarRa Naik 53,16% dan NPL Tetap Terjaga Rendah
Tidak hanya laba, penyaluran kredit atau Outstanding Loan (OSL) Pegadaian Kanwil SulSelBarRa Maluku juga melonjak signifikan hingga 53,16% secara tahunan (year-on-year). Total OSL tercatat mencapai angka Rp17,386 triliun per akhir Juni 2026.
Meskipun laju penyaluran pembiayaan bertumbuh pesat, kualitas aset Pegadaian di wilayah ini tetap terjaga secara sehat dan pruden. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang bertahan di level sangat rendah, yakni sebesar 0,88%.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil SulSelBarRa Maluku, Pratikno, menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap produk dan layanan Pegadaian.
“Pencapaian ini membuktikan tingginya kepercayaan masyarakat serta agresivitas penyaluran pembiayaan di wilayah SulSelBarRa Maluku. Kami optimistis tren pertumbuhan positif ini dapat terus dipertahankan hingga akhir tahun melalui inovasi produk serta peningkatan kualitas layanan bagi nasabah,” ungkap Pratikno.
Topang Kinerja Nasional dan Pengembangan Ekosistem Emas
Capaian positif di wilayah SulSelBarRa Maluku menjadi kontributor penting bagi kinerja PT Pegadaian (Persero) secara nasional. Secara akumulatif nasional, Pegadaian berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp6,59 triliun (tumbuh 84,4%) dengan total aset menembus Rp186,33 triliun pada Semester I 2026.
Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menegaskan bahwa pertumbuhan kinerja perusahaan ditopang oleh keberhasilan ekspansi ekosistem emas, hadirnya Layanan Bank Emas (Bullion Services), serta digitalisasi lewat aplikasi Tring!
Layanan Bank Emas Pegadaian yang telah mendapatkan izin OJK sejak Desember 2024 kini menyediakan portofolio terlengkap, mulai dari:
- Deposito Emas
- Pinjaman Modal Kerja Emas
- Jasa Titipan Emas Korporasi
- Perdagangan Emas
Dengan infrastruktur ruang penyimpanan (vault) bertaraf internasional serta lebih dari 90% agunan gadai berupa emas, Pegadaian makin optimistis memperkuat perannya dalam mendukung investasi safe haven masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. (*)




2 thoughts on “Semester I 2026: Laba Pegadaian Kanwil SulSelBarRa Maluku Tembus Rp1,23 Triliun”