
NEW DELHI — Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Thalita Ramadhani Wiryawan, sukses melangkahkan kakinya ke babak kedua ajang Kejuaraan Dunia BWF 2026 usai memetik kemenangan pada laga pembuka di Indira Gandhi Stadium, New Delhi, India, pada Senin (17/8/2026).
Menghadapi wakil asal Peru, Ines Lucia Castillo, Thalita harus berjuang ekstra keras sebelum akhirnya mengunci kemenangan straight game dengan skor 22-20 dan 21-7.
Kemenangan ini terasa sangat krusial bagi pebulu tangkis muda Indonesia tersebut mengingat tensi dan gengsi tinggi yang menyelimuti panggung turnamen bulu tangkis paling bergengsi di dunia ini.
Adaptasi Lapangan dan Momen Bangkit di Gim Kedua
Jalannya pertandingan pada gim pertama berlangsung cukup menegangkan bagi Thalita. Pemain tunggal putri Merah Putih ini sempat kesulitan menemukan ritme permainan terbaiknya akibat masih beradaptasi dengan kondisi angin dan pencahayaan di lapangan.
Poin demi poin berlangsung ketat hingga memaksa terjadinya setting point pada posisi 20-20. Namun, berkat ketenangan di poin-poin kritis, Thalita berhasil menutup gim pertama dengan keunggulan 22-20.
Memasuki gim kedua, Thalita tampil jauh lebih percaya diri. Ia memegang penuh kendali permainan dan tidak memberikan kesempatan bagi lawan untuk mengembangkan strategi hingga menutup laga dengan skor telak 21-7.
“Alhamdulillah tadi pertandingannya berjalan dengan lancar. Meskipun di gim pertama saya masih menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan, pada gim kedua saya bisa beradaptasi jauh lebih cepat,” ungkap Thalita usai pertandingan.
Daya Tarik Panggung Kejuaraan Dunia dan Pengelolaan Tekanan
Tampil pertama kali di panggung Kejuaraan Dunia BWF memberi impresi dan tantangan tersendiri bagi perkembangan karier internasional Thalita.
Ia mengakui bahwa atmosfer turnamen grade 1 ini memiliki bobot tekanan mental yang jauh lebih besar dibandingkan ajang BWF World Tour reguler.
- Atmosfer Berbeda: Panggung Kejuaraan Dunia memiliki gengsi tersendiri yang memicu ketegangan ekstra bagi para atlet di lapangan.
- Pengelolaan Mental: Keberhasilan keluar dari tekanan pada gim pertama menjadi modal berharga bagi Thalita dalam menjaga fokus pertandingan.
“Saya sangat senang bisa bertanding di Kejuaraan Dunia yang pastinya berbeda dengan turnamen lainnya. Atmosfernya lebih bergengsi dan tadi tekanan di lapangan benar-benar terasa ke saya,” jelasnya.
Tantangan Berat di Babak Kedua: Siap Tampil Nothing to Lose Lawan An Se Young
Usai melewati ujian pertama di New Delhi, ujian sesungguhnya telah menanti Thalita pada babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Thalita dijadwalkan akan berjumpa dengan pebulu tangkis tunggal putri nomor satu dunia asal Korea Selatan, An Se Young, yang mendapatkan fasilitas bye di babak pertama.
Menanggapi duel kontra sang juara bertahan tersebut, Thalita mengaku antusias dan tidak merasa gentar. Ia bertekad untuk tampil tanpa beban dan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya di atas lapangan.
“Di babak selanjutnya saya akan bertemu An Se Young. Senang rasanya akhirnya bisa bertanding satu lapangan dengan dia, jadi saya akan mencoba bermain semaksimal mungkin,” pungkas Thalita optimistis.







Di awal awal babak sudah dipuja puji babak berikutnya loyo