
MAKASSAR — Majelis Kajian Pembangunan Daerah (MKPD) Center for Information Development Studies (CIDES) ICMI Orwil Sulawesi Selatan secara resmi menyatakan kesiapannya menjadi mitra strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Kemitraan ini berfokus pada pemberian masukan serta kajian akademis berbasis data (evidence-based policy) guna memperkuat arah pembangunan kota agar lebih terukur dan tepat sasaran.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Pakar CIDES ICMI Orwil Sulsel, Prof. Dr. Abd. Hamid Paddu, saat beraudiensi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Balai Kota Makassar pada Selasa (18/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Hamid menekankan bahwa sebuah kebijakan publik yang ideal harus disusun berdasarkan fakta penelitian yang kuat serta dievaluasi dampak nyatanya bagi masyarakat.
“Kebijakan pemerintah idealnya berbasis fakta dan data yang telah dikaji. Pada akhirnya, ketika kebijakan diimplementasikan, hasilnya harus terukur dan menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Prof. Hamid.
Tiga Isu Prioritas untuk 100 Hari Pertama Kerja Sama
Sebagai langkah awal kemitraan, CIDES ICMI Sulsel menawarkan dukungan riset mendalam pada tiga isu strategis pembangunan Kota Makassar:
- Penanggulangan Kemiskinan dan Ketimpangan: Mengkaji penyebab kemiskinan hingga tingkat rumah tangga (mikro) serta ketimpangan antarwilayah agar program bantuan sosial tidak sekadar bersifat agregat, melainkan tepat sasaran.
- Evaluasi Dampak Nyata APBD: Mengukur sejauh mana efektivitas belanja daerah dalam APBD mampu menciptakan perubahan kesejahteraan nyata di tengah masyarakat Kota Makassar.
- Pendidikan dan Kebutuhan Pasar Kerja: Menganalisis potensi kesenjangan (mismatch) antara kompetensi lulusan pendidikan dengan proyeksi kebutuhan tenaga kerja sektor jasa di Makassar dalam 2–3 tahun mendatang.
Selain tiga isu utama tersebut, jajaran CIDES ICMI Sulsel juga siap mendukung agenda pembenahan penataan kota yang menjadi perhatian Wali Kota Munafri, seperti pengelolaan sampah, relokasi, urban farming, hingga pembangunan stadion.
Integrasi Pendekatan Teknokratik dan Desain Sosial
Sementara itu, Sekretaris CIDES ICMI Orwil Sulsel, Dr. A. Luhur Prianto, menyambut positif keterbukaan Pemkot Makassar terhadap pendekatan pembangunan berbasis bukti.
Dekan FISIPOL Unismuh Makassar ini menilai, pembangunan daerah tidak boleh hanya mengandalkan aspek teknokratik dan kepakaran semata, tetapi juga memerlukan kesiapan atau desain sosial di tengah masyarakat.
“Pendekatan kepakaran memang penting, namun setiap program pemerintah tetap membutuhkan persiapan sosial agar kebijakan tersebut dapat diterima dan dijalankan secara efektif oleh masyarakat,” terang Luhur.
Ia menambahkan, CIDES ICMI memiliki keunggulan berupa jaringan sumber daya manusia yang majemuk—terdiri atas akademisi, aktivis, jurnalis, hingga penggiat organisasi kemasyarakatan—yang siap mengawal kebijakan hingga ke tingkat tapak.
Audiensi strategis di Balai Kota Makassar ini turut dihadiri oleh Ketua ICMI Orwil Sulsel Prof. Arismunandar, Ketua CIDES ICMI Orwil Sulsel Dr. Adi Suryadi Culla, beserta jajaran pengurus harian.
Diharapkan, sinergi antara akademisi dan Pemkot Makassar ini segera ditindaklanjuti melalui koordinasi teknis bersama Bappeda dan Bapenda Kota Makassar. (*)






