
Maros – Bentuk kepedulian sosial dan soliditas antar-daerah kembali ditunjukkan secara nyata oleh otoritas penegak hukum dan pemerintah daerah di Sulawesi Selatan. Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kajati Sulsel), Muhammad Syarifuddin, bersama Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel secara resmi melepas pengiriman bantuan kemanusiaan sebanyak 25 ton untuk korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Prosesi pelepasan bantuan tanggap darurat tersebut berlangsung khidmat di Pangkalan TNI AU (Lanud) Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, pada Selasa (18/8/2026). Langkah cepat ini menegaskan peran aktif instansi Kejaksaan tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam aksi sosial kebencanaan.
Seluruh logistik yang berhasil dihimpun dari berbagai elemen lintas instansi ini diangkut menggunakan armada pesawat angkut milik TNI Angkatan Udara. Pengiriman dilakukan secara bertahap demi memastikan bantuan tiba secara tepat waktu di lokasi-lokasi yang terisolasi pascabencana.
Gerak Cepat Himpun 25 Ton Logistik Kurang dari Semalam
Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Vicentius Endy Hadi Putra, dalam laporannya menyampaikan apresiasi mendalam atas respons luar biasa dari seluruh jajaran Forkopimda Sulsel. Koordinasi yang solid antarlembaga membuat pemenuhan kebutuhan darurat korban bencana dapat direalisasikan dalam waktu yang sangat singkat.
Menurutnya, efisiensi konsolidasi logistik di wilayah Sulsel menjadi kunci utama keberhasilan pengiriman bantuan tahap awal ini.
“Saat ini bantuan yang terkumpul sudah mencapai 25 ton, dan sebanyak 1,5 ton di antaranya sudah berhasil kita kirimkan terlebih dahulu ke NTT. Pengiriman armada kami dari Lanud Sultan Hasanuddin akan mendarat di Lanud El Tari Kupang, untuk selanjutnya didistribusikan langsung ke daerah-daerah yang paling terdampak. Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi aktif dari seluruh jajaran Forkopimda Sulsel yang bergerak cepat,” ujar Danlanud.
Rincian dan Jenis Bantuan Kemanusiaan
Aksi kemanusiaan ini tidak hanya menyasar pemenuhan pangan darurat, melainkan juga pasokan medis kritis yang sangat dibutuhkan para penyintas gempa bumi di lapangan.
Adapun rincian bantuan yang dihimpun dan dikirimkan meliputi:
- Bahan Pangan Pokok: Beras, mie instan, air mineral kemasan, dan makanan siap saji.
- Perlengkapan Logistik: Tenda pengungsian, selimut, pakaian layak pakai, dan perlengkapan bayi.
- Sektor Kesehatan: Ratusan kilogram obat-obatan medis, vitamin, alat sterilisasi, serta perban dan perlengkapan P3K.
Apresiasi Gubernur atas Sinergi Kejati Sulsel dan Forkopimda
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas kolaborasi kilat yang ditunjukkan oleh Kejati Sulsel, TNI, Polri, dan seluruh elemen pemerintah provinsi. Menurutnya, kepedulian yang terjalin dalam waktu singkat ini merupakan cerminan budaya gotong royong masyarakat Sulawesi Selatan.
“Hari ini kita mengirimkan bantuan kemanusiaan. Hanya dalam waktu satu malam, lahirlah kepedulian yang luar biasa hingga terkumpul 25 ton bantuan dan jumlahnya masih terus bertambah dari berbagai pihak. Di luar logistik dasar, ada juga ratusan kilogram pasokan obat-obatan yang turut dikirimkan,” ungkap Andi Sudirman di lokasi pelepasan.
Gubernur menambahkan bahwa pengiriman bantuan tidak akan berhenti pada gelombang pertama ini. Pemerintah Provinsi Sulsel bersama Kejati Sulsel akan terus membuka posko koordinasi untuk menampung bantuan susulan dari masyarakat maupun badan usaha yang ingin menyalurkan kepedulian mereka.
Komitmen Kejati Sulsel dalam Penanggulangan Bencana
Keterlibatan aktif Kajati Sulsel Muhammad Syarifuddin dalam pelepasan bantuan ini menegaskan bahwa institusi Kejaksaan senantiasa hadir di tengah-tengah kesulitan masyarakat. Kejati Sulsel memastikan akan terus memantau perkembangan pascabencana di NTT serta siap memberikan dukungan lanjutan apabila diperlukan.
Sinergi erat antara Korps Adhyaksa, TNI, Polri, dan Pemprov Sulsel ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana di Nusa Tenggara Timur. Bantuan yang disalurkan melalui jalur udara via Lanud El Tari Kupang ini ditargetkan segera menjangkau posko-posko pengungsian terluar dalam hitungan jam. (*)






