
Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau langsung progres proyek pembetonan Jalan Romang Tangayya yang berlokasi di Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, pada Rabu (19/8/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan pengerjaan infrastruktur di kawasan perbatasan antara Kota Makassar dan Kabupaten Gowa berjalan tepat waktu dan sesuai spesifikasi teknis.
​Peninjauan di lapangan tersebut menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperluas konektivitas serta menghadirkan kesetaraan infrastruktur hingga ke wilayah terluar. Selama puluhan tahun, warga Kampung Romang Tangayya dihadapkan pada keterisolasian akibat kondisi jalan tanah yang rusak parah dan berlumpur saat musim hujan.
​Wali Kota yang akrab disapa Appi ini berdialog langsung dengan warga setempat guna menyerap aspirasi sekaligus memastikan proyek ini rampung sesuai target yang direncanakan.
​”Hari ini saya meninjau langsung pembangunan jalan di Romang Tangayya, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala. Saya juga bertemu warga dan kita harapkan akses jalan ini bisa segera selesai bulan depan,” ujar Munafri di sela-sela peninjauan.
​Spesifikasi Teknis dan Anggaran Proyek
​Proyek rekonstruksi jalan ini ditangani langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar dengan mengandalkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pokok Kota Makassar Tahun Anggaran 2026.
​Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, memaparkan rincian teknis pengerjaan fisik proyek infrastruktur tersebut:
- Panjang Penanganan: Rekonstruksi jalan sepanjang 1 kilometer.
- ​Lebar Jalan: Badan jalan dilebarkan hingga 4 meter.
- ​Jenis Konstruksi: Menggunakan rigit betonisasi permanen menggantikan jalan tanah.
- ​Masa Pengerjaan: Terhitung mulai 13 Juli hingga 10 Oktober 2026.
​Efisiensi Waktu dan Dampak Sosio-Ekonomi Warga
​Sebelum dilakukannya pembetonan, akses utama warga Romang Tangayya sangat memprihatinkan. Ketika curah hujan tinggi, jalan tanah berubah menjadi genangan lumpur yang tidak bisa dilalui kendaraan motor maupun mobil. Kondisi tersebut memaksa warga memutar jauh melalui Jalan Poros Samata, Kabupaten Gowa, hanya untuk menuju pusat Kota Makassar.
​Dinas PU Makassar menegaskan bahwa hadirnya jalan beton permanen ini akan memangkas waktu tempuh warga secara signifikan serta memberikan multiplier effect bagi perekonomian lokal:
- ​Aksesbilitas Pendidikan: Memudahkan anak-anak sekolah menuju fasilitas pendidikan tanpa terkendala genangan lumpur.
- ​Konektivitas Ekonomi: Mempercepat distribusi hasil pertanian dan barang dagangan warga menuju pasar-pasar utama di Makassar.
- ​Layanan Kesehatan: Mempermudah mobilitas pertolongan medis dan evakuasi darurat bagi warga pinggiran.
- ​Efisiensi Jalur: Menghilangkan keharusan warga untuk memutar jauh melintasi wilayah kabupaten tetangga.
​”Pembangunan ini dilakukan untuk membuka akses langsung bagi masyarakat Romang Tangayya. Jadi warga tidak perlu lagi kesulitan dalam menjalankan aktivitas harian,” terang Zuhaelsi Zubir.
​Pemerataan Pembangunan Hingga Wilayah Terluar
​Munafri menegaskan bahwa fokus pembangunan Kota Makassar di bawah kepemimpinannya tidak hanya terpusat pada kawasan komersial atau pusat kota semata. Wilayah permukiman di kawasan pinggiran dan perbatasan antar-daerah mendapatkan porsi perhatian yang seimbang.
​Pemerintah Kota Makassar berkomitmen untuk terus menyisir kawasan-kawasan perbatasan yang masih terkendala akses infrastruktur dasar. Langkah ini diharapkan mampu menghapus stigma kawasan terisolasi di ibu kota Sulawesi Selatan tersebut.
Dengan rampungnya pembetonan Jalan Romang Tangayya pada Oktober mendatang, mobilitas harian warga Manggala dipastikan berjalan lebih lancar, aman, dan dapat diakses sepanjang tahun tanpa terkendala kondisi cuaca. (*)






