
Makassar–Kabar duka kembali menyelimuti dunia akademik, seni, dan pemerintahan di Sulawesi Selatan. Tokoh multitalenta asal Sulawesi Selatan, Dr. Ir. Drs. H. Syahriar Tato, BAE., S.Sos., S.H., S.Sn., M.S., M.H., M.M., dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu pagi, 22 Agustus 2026, pukul 05.58 WITA.
Sosok yang dikenal luas karena rekam jejaknya di berbagai lini tersebut mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Hermina, Makassar.
Ungkapan duka cita mendalam mengalir dari kerabat, kolega, dan masyarakat umum, salah satunya diunggah oleh rekan almarhum, Hasrul dalam sebuah group wa.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un,” tulisnya dalam unggahan pesan belasungkawa untuk melepas kepergian almarhum.
​Nama Syahriar Tato sangat disegani di dunia pendidikan tinggi. Pria kelahiran Pinrang, 21 Februari 1951 ini menorehkan catatan prestasi yang luar biasa dalam dunia akademik. Sepanjang hidupnya, ia berhasil meraih 10 gelar akademik dari lintas disiplin ilmu, mulai dari teknik, ilmu sosial, hukum, seni, hingga manajemen dari berbagai perguruan tinggi terkemuka.
Keinginan belajar yang tinggi membawanya mencapai jenjang karier akademik sebagai Lektor Kepala. Di lingkungan aparatur sipil negara (ASN), almarhum mengakhiri masa pengabdiannya sebagai purna tugas dengan pangkat Pembina Utama Madya (Golongan IV/d). (*)






