openai memperkenalkan GPT-6 Sol dan Luna.
MAKASSAR — OpenAI memperluas keluarga model kecerdasan buatannya dengan memperkenalkan GPT-6 Sol dan GPT-6 Luna. Kedua model tersebut dirancang untuk menghadirkan kemampuan AI generasi terbaru dengan biaya penggunaan yang lebih efisien.
Dalam pengumumannya yang dipublish di situs resmi openai.com, OpenAI menyebut GPT-6 Sol dan Luna dikembangkan menggunakan metode yang serupa dengan GPT-6 Astra. Berbagai peningkatan yang diperkenalkan Astra juga diterapkan pada dua model baru tersebut, terutama dalam pekerjaan profesional, factuality, coding, computer use, dan alignment.
“OpenAI sebelumnya memperkenalkan GPT-6 Astra yang disebut sebagai model dengan kemampuan tertinggi dalam keluarga GPT-6.,” tulisnya sebagaimana dikutip pada Rabu (23/9/2026).
Kehadiran Sol dan Luna ditujukan untuk kebutuhan penggunaan AI dengan skala dan anggaran yang berbeda. OpenAI menyatakan peningkatan pada caching dan inference memungkinkan model tersebut disediakan dengan biaya lebih rendah.
Harga API GPT-6 Sol dan Luna Turun
Salah satu perubahan yang ditonjolkan OpenAI adalah penurunan harga API untuk GPT-6 Sol dan Luna.
Berdasarkan harga yang diumumkan, GPT-6 Sol dibanderol US$2 untuk input dan US$10 untuk output per 1 juta token. Harga tersebut dibandingkan dengan US$4 untuk input dan US$20 untuk output pada GPT-5.6 Sol.
Sementara GPT-6 Luna memiliki harga US$0,10 untuk input dan US$0,50 untuk output per 1 juta token. Sebagai pembanding, harga GPT-5.6 Luna yang dicantumkan OpenAI adalah US$0,20 untuk input dan US$1,20 untuk output.
OpenAI menyatakan harga GPT-6 Sol dan Luna tersebut 50 persen lebih rendah dibanding harga promosi GPT-5.6 yang digunakan sebagai pembanding.
Penurunan biaya ini disebut memungkinkan penggunaan AI tingkat lanjut untuk lebih banyak pekerjaan sehari-hari maupun aplikasi yang berjalan dalam skala besar.
OpenAI menempatkan GPT-6 Sol sebagai model yang dapat menangani pekerjaan profesional yang lebih kompleks dengan ruang iterasi lebih besar melalui biaya yang lebih rendah.
Dalam evaluasi AutomationBench yang disebut OpenAI, GPT-6 Sol dengan tingkat effort xhigh memperoleh skor 33,2 persen dengan biaya sekitar US$0,27 per tugas.
Sebagai pembanding dalam materi tersebut, GPT-6 Astra pada tingkat low memperoleh skor 30,3 persen dengan biaya 3,9 kali lebih tinggi. Claude Opus 5 pada tingkat max memperoleh skor 26,9 persen dengan biaya 11,1 kali lebih tinggi dibanding GPT-6 Sol.
OpenAI juga mencantumkan evaluasi Agents’ Last Exam. Pada pengujian tersebut, GPT-6 Sol dengan tingkat effort max memperoleh skor 56,4 persen dengan biaya per tugas yang disebut 60 persen lebih rendah dibanding biaya tertinggi Claude Opus 5 dalam evaluasi tersebut.
Fokus pada Akurasi Jawaban
Selain efisiensi, OpenAI menyebut peningkatan pada factuality atau keandalan faktual sebagai salah satu fokus pengembangan GPT-6 Sol dan Luna.
Dalam evaluasi internal yang menggunakan percakapan dunia nyata yang telah dianonimkan dan sebelumnya ditandai pengguna karena mengandung kesalahan faktual, OpenAI menyatakan GPT-6 Sol menghasilkan sekitar setengah jumlah kesalahan dibandingkan pendahulunya.
GPT-6 Luna juga disebut mengalami peningkatan. Pada tingkat effort yang lebih tinggi, OpenAI menyatakan Luna dapat menyamai GPT-5.6 Sol dalam evaluasi tersebut dengan biaya yang jauh lebih rendah.
OpenAI memberikan catatan bahwa evaluasi tersebut menggunakan percakapan yang memang sebelumnya telah ditandai karena terdapat kesalahan faktual sehingga tidak mewakili seluruh pola penggunaan model.
Performa Coding dan Computer Use Meningkat
Dalam bidang coding, OpenAI menyebut GPT-6 Sol mengalami peningkatan dibanding GPT-5.6 Sol dalam evaluasi FrontierCode.
Pengujian tersebut menilai kemampuan agen AI menghasilkan perubahan kode yang tidak hanya benar, tetapi juga siap digabungkan ke basis kode dengan mempertimbangkan kualitas pengujian, cakupan pekerjaan, gaya kode, dan standar proyek.
Pada DeepSWE v1.1, GPT-6 Sol dengan tingkat effort max mencatat skor 68,8 persen. Angka tersebut disebut berada dalam jarak 1,1 poin persentase dari skor tertinggi Claude Fable 5 sebesar 69,9 persen, dengan biaya per tugas sekitar 80 persen lebih rendah.
GPT-6 Luna dengan tingkat effort max memperoleh skor 66,6 persen dalam evaluasi tersebut.
Sementara pada kemampuan menggunakan komputer, GPT-6 Astra tetap ditempatkan sebagai model dengan performa tertinggi oleh OpenAI.
Namun, GPT-6 Sol dan Luna disebut menawarkan peningkatan efisiensi dibanding pendahulunya. Dalam pengujian OSWorld 2.0 offline, GPT-6 Sol pada tingkat effort xhigh memperoleh skor 60,5 persen, dibandingkan 60,3 persen untuk Claude Opus 5 pada tingkat effort medium.
GPT-6 Luna pada tingkat max juga disebut mampu melampaui GPT-5.6 Sol pada tingkat medium dengan biaya per tugas yang jauh lebih rendah.
GPT-6 Astra Tetap Jadi Model Teratas
Meski memperkenalkan Sol dan Luna sebagai model yang lebih efisien, OpenAI tetap menempatkan GPT-6 Astra sebagai pilihan untuk kebutuhan yang membutuhkan kemampuan tertinggi.
Perusahaan menyatakan GPT-6 Astra tetap menjadi model terbaiknya secara keseluruhan, sedangkan Sol dan Luna memperluas akses terhadap kemampuan GPT-6 dengan biaya yang lebih rendah.
Dengan strategi tersebut, keluarga GPT-6 ditawarkan dalam beberapa tingkat kemampuan dan efisiensi untuk menyesuaikan kebutuhan penggunaan AI, mulai dari pekerjaan profesional hingga aplikasi yang membutuhkan pemrosesan dalam skala besar. (*)




