Owner Patalassang Memorial estate, HArun Arrasyid menunjukkan lokasi makam yang sudah ditata rapi.
MAROS — Bagi keluarga yang ditinggalkan, mengurus pemakaman bukan hanya soal mengantarkan orang tercinta ke tempat peristirahatan terakhir. Di tengah suasana duka, keluarga juga harus memikirkan banyak hal, mulai dari kendaraan, persiapan pemakaman, hingga tempat untuk berkumpul bersama kerabat.
Pada saat bersamaan, ketersediaan lahan pemakaman di Kota Makassar menjadi persoalan yang terus membutuhkan perhatian. Kebutuhan ruang untuk pemakaman mendorong pencarian alternatif lokasi, termasuk di wilayah sekitar kota.
Di tengah situasi tersebut, Pattallassang Memorial Estate (PME) hadir dengan konsep kawasan pemakaman modern di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Lokasinya berada tidak jauh dari Makassar, dengan rancangan yang menggabungkan fungsi pemakaman, penataan lanskap, dan fasilitas pendukung bagi keluarga.
Menurut Owner Pattallassang Memorial Estate, Harun Arrasyid belum lama ini, konsep yang ditawarkan bukan sekadar menyediakan lahan untuk pemakaman, kawasan ini dirancang dengan tata ruang yang teratur. Pengelola juga menyiapkan sejumlah fasilitas yang ditujukan untuk membantu keluarga menjalani proses pemakaman dan berziarah.
Menata Makam dalam Satu Konsep
Salah satu hal yang membedakan Pattallassang Memorial Estate adalah keseragaman desain makam.
Di kawasan ini, pengelola menetapkan model makam yang sama agar penataan lahan terlihat teratur. Keluarga tidak dapat membuat bentuk makam secara bebas sesuai keinginan masing-masing, karena desainnya mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan pengelola.
Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kawasan pemakaman yang tertata. Jarak antarmakam, pembagian area, serta pengelompokan dalam sejumlah klaster turut menjadi bagian dari perencanaan kawasan.
Di beberapa bagian, tanaman dan pepohonan disiapkan untuk memperkuat suasana hijau. Kehadiran vegetasi di sepanjang jalur kawasan diharapkan dapat memberikan keteduhan bagi keluarga yang datang mengantar jenazah maupun berziarah.
Pengelola juga merencanakan pengembangan area di bagian belakang, seiring dengan perluasan dan penyelesaian fasilitas yang masih dikerjakan.
Dengan luas lahan lebih dari tiga hektare, Harun, kawasan tersebut direncanakan dapat menampung lebih dari 5.000 petak pemakaman.
Angka tersebut merupakan kapasitas yang disampaikan pengelola. Realisasi pemanfaatannya bergantung pada pengembangan kawasan dan penataan lahan yang dilakukan.
Fasilitas untuk Keluarga yang Berduka
Bagi keluarga yang tengah kehilangan anggota keluarga, kebutuhan praktis sering kali muncul ketika perhatian mereka sedang tertuju pada prosesi pemakaman.
Pattallassang Memorial Estate berupaya menjawab kebutuhan itu melalui layanan yang disiapkan dalam paket pemakaman. Menurut penjelasan Harun, layanan tersebut mencakup kain kafan, koordinasi pengurusan pemandian jenazah, kendaraan pengantar jenazah, kendaraan untuk keluarga, tenda, petugas keagamaan, penggalian dan pemakaman, serta pemeliharaan makam selama 10 tahun sejak tanggal kontrak.
Pengelola juga menyiapkan area parkir dan akses jalan yang cukup lebar untuk mendukung keluar-masuk kendaraan. Dalam wawancara, kapasitas parkir disebut dapat menampung sekitar 100 kendaraan.
Untuk membantu pengunjung menjangkau lokasi makam, tersedia pula kendaraan listrik yang dapat digunakan berkeliling kawasan. Pengelola merencanakan penggunaan kendaraan sejenis mobil golf untuk menunjang mobilitas pengunjung seiring pengembangan fasilitas.
Di sisi lain, kawasan tersebut direncanakan dilengkapi masjid, aula yang dapat menampung sekitar 200 orang, kafe, gazebo, dan ruang berkumpul bagi keluarga. Pengelola juga menyampaikan rencana membangun danau buatan yang akan menjadi bagian dari lanskap kawasan.
Sejumlah fasilitas itu masih berada dalam tahap pengembangan atau perencanaan. Karena itu, ketersediaan setiap fasilitas perlu dipastikan langsung kepada pengelola sebelum calon pengguna mengambil keputusan.
Keamanan dan Kenyamanan Kawasan
Selain penataan makam dan fasilitas keluarga, pengelola menyebut keamanan sebagai salah satu aspek yang diperhatikan.
Rencana pengelolaan mencakup pemasangan kamera pengawas atau CCTV di setiap blok, penerangan selama 24 jam, pagar pembatas, serta akses masuk yang dikendalikan.
Pengaturan tersebut dimaksudkan untuk menjaga kawasan pemakaman dan membantu keluarga ketika berkunjung. Namun, penerapan dan cakupan fasilitas keamanan tetap perlu dikonfirmasi sesuai kondisi operasional di lapangan.
Pengelola juga menyampaikan rencana pengaturan kunjungan bagi keluarga yang ingin berziarah. Dalam wawancara, kunjungan disebut direncanakan berlangsung pada hari Rabu dan Minggu dengan dukungan transportasi yang disiapkan pengelola.
Informasi mengenai jadwal kunjungan, mekanisme penggunaan kendaraan, dan fasilitas yang sudah beroperasi dapat menjadi hal penting bagi keluarga sebelum datang ke lokasi.
Harga dan Pilihan Pembayaran
Pattallassang Memorial Estate menawarkan pilihan pembelian petak pemakaman secara satuan maupun melalui paket.
Menurut Harun, harga reguler yang disebutkan dalam wawancara adalah Rp23,5 juta per petak. Pengelola juga menawarkan pembayaran tunai atau angsuran dengan jangka waktu yang dapat mencapai dua tahun, sesuai ketentuan yang berlaku.
Skema paket disebut memberikan pilihan pembelian beberapa petak sekaligus. Namun, rincian harga dan ketentuan setiap paket perlu dikonfirmasi langsung kepada pengelola agar calon pembeli memperoleh informasi yang lengkap.
Harun juga menjelaskan sejumlah ketentuan terkait kondisi tertentu, termasuk apabila pembeli meninggal dunia ketika masih menjalani pembayaran angsuran. Ketentuan tersebut disebut berbeda menurut skema pembayaran yang dipilih.
Karena menyangkut komitmen biaya jangka panjang, calon pembeli perlu memeriksa kontrak secara cermat, termasuk cakupan layanan, periode pemeliharaan, aturan pengalihan hak, serta kewajiban pembayaran jika terjadi perubahan keadaan.
Pengembangan Kawasan Masih Berjalan
Pattallassang Memorial Estate mulai dikerjakan pada 1 Agustus 2026 dan diperkenalkan melalui peluncuran awal (soft launching) pada 3 Oktober 2026 di Hotel Claro Makassar.
Dalam wawancara, Harun menyampaikan bahwa kawasan tersebut masih terus dikembangkan. Sejumlah area telah disiapkan, sementara bagian lain masih menunggu penyelesaian dan penambahan fasilitas.
Pengelola juga menyebut rencana pengelompokan petak untuk keluarga serta kelompok tertentu, termasuk tokoh agama, imam, dan guru agama. Rencana itu menjadi bagian dari pengembangan kawasan pada masa mendatang.
Harun mengungkapkan, sekitar 470 dari 500 petak yang ditawarkan pada peluncuran awal telah terjual. Angka tersebut merupakan keterangan dari pengelola dan belum diverifikasi secara independen.
Di tengah kebutuhan lahan pemakaman yang terus menjadi perhatian, kehadiran kawasan seperti Patalassang Memorial Estate memperlihatkan adanya pendekatan lain dalam menyediakan tempat peristirahatan terakhir.
Tantangannya bukan hanya menyediakan petak pemakaman, melainkan memastikan tata kelola kawasan, transparansi layanan, kepastian kontrak, dan pemeliharaan jangka panjang berjalan sesuai komitmen.
Bagi keluarga, tempat pemakaman pada akhirnya bukan semata-mata ruang untuk menguburkan jenazah. Tempat itu juga menjadi ruang untuk mengenang, mendoakan, dan kembali mengunjungi orang-orang tercinta.
Dengan konsep yang ditawarkan, Pattallassang Memorial Estate mencoba memadukan kebutuhan tersebut melalui penataan kawasan dan layanan pendukung. Seiring pembangunan berlanjut, pelaksanaan fasilitas dan kepastian layanan akan menjadi bagian penting dalam menilai bagaimana konsep itu diwujudkan. (*)





