Jakarta,–-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tragedi yang menimpa pengemudi ojek online (ojol), Almarhum Affan Kurniawan.
Affan meninggal dunia setelah tertabrak kendaraan taktis Brimob dalam sebuah insiden pada Kamis (28/8/2025) malam lalu.
- Wali Kota Munafri Siapkan Bantuan KUR untuk PKL yang Tertib
- Tingkatkan Literasi Keuangan, LPS Kunjungi Harian Fajar dan Bahas Ancaman “Passobis”
- Sinergi Eksekutif-Legislatif Diperkuat, Munafri Jadikan Hasil Reses Dasar Kebijakan
- May Day 2026, Pemkot Makassar Fasilitasi Buruh Duduk Bersama di Lapangan Karebosi
- Dari Home Barista Jadi Coffeepreneur, Poltekpar Makassar Latih 30 Warga Bongaya Jadi Wirausaha Kopi
Dalam pidatonya @kemensetneg.ri, Presiden mengawali dengan salam kebangsaan yang lengkap, “Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita sekalian, Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya,” sebagai bentuk penghormatan kepada seluruh rakyat Indonesia.
Presiden menyatakan keterkejutan dan kekecewaannya atas tindakan petugas yang dinilai berlebihan.
“Saya terkejut dan kecewa dengan tindakan petugas yang berlebihan,” tegasnya.
Ia telah memerintahkan agar insiden tersebut diinvestigasi secara tuntas dan transparan.
Setiap petugas yang terlibat wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya, dan jika terbukti melanggar aturan, akan dikenai sanksi seberat-beratnya sesuai dengan hukum yang berlaku.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Presiden juga menyatakan bahwa pemerintah akan menjamin kehidupan keluarga almarhum.
Bantuan dan perhatian khusus akan diberikan kepada orang tua, adik, dan kakak almarhum.
Di akhir pernyataannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan percaya pada pemerintah.
“Percayalah bahwa pemerintah yang saya pimpin akan berbuat yang terbaik untuk rakyat kita,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk mencatat dan menindaklanjuti semua keluhan masyarakat. (*)






