Jakarta,–-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tragedi yang menimpa pengemudi ojek online (ojol), Almarhum Affan Kurniawan.
Affan meninggal dunia setelah tertabrak kendaraan taktis Brimob dalam sebuah insiden pada Kamis (28/8/2025) malam lalu.
- HM Aksa Mahmud, Pengusaha Paripurna Asal Barru
- Gubernur Sulsel Temui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Bahas Energi di Pulau
- Jalan Poros moncongloe Senilai Rp239 Miliar Mulai Dikerjakan
- Pertamina Akselerasi Perluasan Penyaluran Biosolar B50 di Sulawesi
- Proyek HPAL Sambalagi Masuk Fase Krusial, PT Vale Umumkan Kedatangan Mesin Autoclave
Dalam pidatonya @kemensetneg.ri, Presiden mengawali dengan salam kebangsaan yang lengkap, “Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita sekalian, Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya,” sebagai bentuk penghormatan kepada seluruh rakyat Indonesia.
Presiden menyatakan keterkejutan dan kekecewaannya atas tindakan petugas yang dinilai berlebihan.
“Saya terkejut dan kecewa dengan tindakan petugas yang berlebihan,” tegasnya.
Ia telah memerintahkan agar insiden tersebut diinvestigasi secara tuntas dan transparan.
Setiap petugas yang terlibat wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya, dan jika terbukti melanggar aturan, akan dikenai sanksi seberat-beratnya sesuai dengan hukum yang berlaku.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Presiden juga menyatakan bahwa pemerintah akan menjamin kehidupan keluarga almarhum.
Bantuan dan perhatian khusus akan diberikan kepada orang tua, adik, dan kakak almarhum.
Di akhir pernyataannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan percaya pada pemerintah.
“Percayalah bahwa pemerintah yang saya pimpin akan berbuat yang terbaik untuk rakyat kita,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk mencatat dan menindaklanjuti semua keluhan masyarakat. (*)






