Makassar,—Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola lingkungan. Asisten I Pemkot Makassar, Andi Muhammad Yasir, menekankan bahwa setiap rumah di Kota Makassar wajib memiliki tempat pemilahan sampah sebagai langkah nyata mengurangi beban sampah kota.
Pesan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan Jelajah Sampah yang digelar pada Jumat (28/11/2025). Yasir menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremoni, tetapi harus menghasilkan perubahan nyata di tengah masyarakat.
“Mulai hari ini, semua rumah wajib memiliki tempat pemilahan sampah. Jangan berhenti pada kegiatan seremoni. Kita ingin gerakan ini benar-benar hidup di masyarakat,” tegasnya.
- Kemenkeu Satu Sulsel Dorong UMKM Go Digital dan Akses Pembiayaan UMi hingga Rp20 Juta
- JAECOO J5 EV Inden hingga Dua Bulan di Makassar, OMODA O4 Diperkenalkan di GIIAS 2026
- JETOUR T2 i-DM Hadir di GIIAS Makassar 2026, SUV Plug-in Hybrid Dibanderol Rp705 Juta
- BAIC Tawarkan Diskon hingga Rp100 Juta di GIIAS Makassar 2026, Ini Daftar Modelnya
- BYD Bidik Perluasan Jaringan di Sulawesi, Penjualan EV Tembus 46.700 Unit hingga September 2026
Dorong Perubahan Perilaku dari Rumah
Yasir menilai, pengelolaan sampah yang efektif harus dimulai dari unit terkecil: keluarga. Dengan memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah, volume sampah yang masuk ke TPA bisa ditekan secara signifikan.
Ia juga meminta camat, lurah, dan RT/RW untuk ikut mengawal gerakan ini agar tidak berhenti sebagai wacana semata.
Pemkot Siapkan Fasilitas Pendukung
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Pemkot Makassar berencana memperkuat fasilitas penanganan sampah di kecamatan dan kelurahan. Pusat Pengolahan Sampah Ramah Lingkungan (P3SR) akan menjadi salah satu fokus pengembangan untuk mendorong pengolahan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.
Gerakan Bersama Menuju Kota yang Lebih Bersih
Program Jelajah Sampah diharapkan menjadi momentum kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Yasir menegaskan bahwa keberhasilan pengurangan sampah tidak mungkin tercapai tanpa partisipasi seluruh warga.
“Kita ingin semua bergerak. Pemerintah menyediakan fasilitas, masyarakat menjalankan kebiasaan pemilahan. Dengan begitu, hasilnya akan terlihat,” katanya.
Dengan dorongan ini, Makassar berharap dapat mempercepat pencapaian kota yang bersih, tertib, dan berkelanjutan melalui perubahan perilaku sederhana tetapi berdampak besar: memilah sampah dari rumah. (*)






