Makassar,—Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola lingkungan. Asisten I Pemkot Makassar, Andi Muhammad Yasir, menekankan bahwa setiap rumah di Kota Makassar wajib memiliki tempat pemilahan sampah sebagai langkah nyata mengurangi beban sampah kota.
Pesan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan Jelajah Sampah yang digelar pada Jumat (28/11/2025). Yasir menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremoni, tetapi harus menghasilkan perubahan nyata di tengah masyarakat.
“Mulai hari ini, semua rumah wajib memiliki tempat pemilahan sampah. Jangan berhenti pada kegiatan seremoni. Kita ingin gerakan ini benar-benar hidup di masyarakat,” tegasnya.
- Pelantikan Pengurus IKA FSIKP UMI 2026-2031 Jadi Momentum Penguatan Jaringan Alumni dan Kontribusi untuk Almamater
- Muhsin Palinrungi, Direktur Ekrap IKN Pimpin IKA FSIKP UMI
- Menenun Karya di Era Algoritma: Revitalisasi Peran Alumni Sastra, Komunikasi, dan Ilmu Pendidikan di Tengah Krisis Global
- LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan 3,50%
- Warga Mengeluh, Satgas Rappocini Langsung Turun Langsung Bersihkan Kawasan Bawah Tol Pettarani
Dorong Perubahan Perilaku dari Rumah
Yasir menilai, pengelolaan sampah yang efektif harus dimulai dari unit terkecil: keluarga. Dengan memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah, volume sampah yang masuk ke TPA bisa ditekan secara signifikan.
Ia juga meminta camat, lurah, dan RT/RW untuk ikut mengawal gerakan ini agar tidak berhenti sebagai wacana semata.
Pemkot Siapkan Fasilitas Pendukung
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Pemkot Makassar berencana memperkuat fasilitas penanganan sampah di kecamatan dan kelurahan. Pusat Pengolahan Sampah Ramah Lingkungan (P3SR) akan menjadi salah satu fokus pengembangan untuk mendorong pengolahan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.
Gerakan Bersama Menuju Kota yang Lebih Bersih
Program Jelajah Sampah diharapkan menjadi momentum kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Yasir menegaskan bahwa keberhasilan pengurangan sampah tidak mungkin tercapai tanpa partisipasi seluruh warga.
“Kita ingin semua bergerak. Pemerintah menyediakan fasilitas, masyarakat menjalankan kebiasaan pemilahan. Dengan begitu, hasilnya akan terlihat,” katanya.
Dengan dorongan ini, Makassar berharap dapat mempercepat pencapaian kota yang bersih, tertib, dan berkelanjutan melalui perubahan perilaku sederhana tetapi berdampak besar: memilah sampah dari rumah. (*)




