
MAKASSAR – Cuaca ekstrem yang melanda perairan Makassar kembali memakan korban. Seorang nelayan bernama Yanto (35) dilaporkan hilang saat sedang memasang jaring ikan di tengah kondisi gelombang laut yang sangat tinggi, Senin (2/2/2026).
Laporan kehilangan ini pertama kali disampaikan oleh kakak ipar korban, Laha (48), yang menyebutkan bahwa Yanto tak kunjung kembali saat melaut di tengah cuaca buruk.
- Bank Mandiri Salurkan Bantuan ke Korban Gempa di Sulawesi Utara dan Maluku Utara
- Poltekpar Makassar Gelar Festival Jepang “Mari Merasakan Jepang”, Perkuat Kolaborasi Pendidikan Indonesia-Jepang
- Wali Kota Munafri Jamin PPPK di Makassar Aman, Efisiensi Tetap Jalan
- Telkomsel Temui Wali Kota Makassar Tawarkan Kolaborasi Program Digitalisasi Manajemen Sekolah
- Komitmen Bersama Tangani Sampah, Ketua Dewan Lingkungan Dorong Kolaborasi Wilayah
Kepala BPBD Pimpin Langsung Operasi SAR
Merespons laporan darurat tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian. Operasi pencarian ini dipimpin langsung oleh Kepala BPBD Kota Makassar guna memastikan koordinasi berjalan cepat dan tepat.
Namun, upaya penyelamatan menghadapi tantangan berat. Tingginya gelombang laut disertai angin kencang membuat jarak pandang dan manuver perahu karet tim SAR menjadi sangat terbatas.
“Kondisi di lapangan sangat dinamis. Ombak sangat tinggi dan membahayakan, sehingga kami harus memperhitungkan keselamatan personel sembari terus menyisir titik lokasi yang diduga menjadi tempat hilangnya korban,” kata Dr Fadli Tahar dalam Siaran Pers resmi BPBD Makassar, Senin (2/2/2026).
Utamakan Keselamatan Personel
Mengingat risiko yang tinggi, BPBD Makassar menerapkan strategi pencarian yang hati-hati dengan terus berkoordinasi bersama unsur maritim terkait. Fokus utama saat ini adalah penyisiran permukaan sembari memantau pergerakan arus laut yang mungkin membawa korban.
BPBD juga mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat pesisir:
IMBAUAN PENTING BPBD MAKASSAR:
- Waspada Cuaca Ekstrem: Nelayan diminta menunda aktivitas melaut jika kondisi ombak dan angin membahayakan nyawa.
- Lapor Cepat: Segera hubungi Call Center 112 jika melihat tanda-tanda korban atau kejadian darurat lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim masih berada di lokasi berupaya melakukan pencarian maksimal. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan secara berkala oleh pihak berwenang.
📋 Data Kejadian Orang Tenggelam
| Kategori | Keterangan |
| Identitas Korban | Yanto (35 Tahun), Nelayan |
| Saksi/Pelapor | Laha (48 Tahun), Kakak Ipar |
| Penyebab | Hilang saat memasang jaring di tengah ombak tinggi |
| Kendala Pencarian | Gelombang tinggi dan angin kencang (Cuaca Ekstrem) |
| Tim Penolong | TRC BPBD Kota Makassar & Unsur Terkait |



