Ekonomi

RAPPO Living PLN UID Sulselrabar Raih Gold, 10,2 Ton Sampah Plastik Diolah Jadi Furnitur

RAPPO
RAPPO Living: From Plastic Waste to Circular Furniture, meraih penghargaan Gold pada ajang Indonesian CSR Awards (ICA) dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026.

JAKARTA — Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Sulselrabar, RAPPO Living: From Plastic Waste to Circular Furniture, meraih penghargaan Gold pada ajang Indonesian CSR Awards (ICA) dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026.

Program yang dijalankan PLN UID Sulselrabar bersama Rappo Indonesia tersebut mengolah sampah plastik menjadi furnitur dan aksesori bernilai guna sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir di Kota Makassar.

Penghargaan diberikan dalam penganugerahan ICA dan ISDA Awards 2026 di Binakarna Auditorium, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (29/9/2026).

Ajang tersebut diikuti 275 peserta dan menjadi wadah apresiasi terhadap pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan serta kontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

10,2 Ton Sampah Plastik Diolah

Pajak Ekonomi Digital Tembus Rp58,75 Triliun hingga September 2026

RAPPO Living dikembangkan untuk menjawab persoalan sampah plastik sekaligus keterbatasan peluang ekonomi masyarakat pesisir.

Melalui pendekatan ekonomi sirkular, sampah plastik jenis high-density polyethylene (HDPE) dan polypropylene (PP) diolah menjadi berbagai produk furnitur dan aksesori.

Berdasarkan data program, sebanyak 10,2 ton sampah plastik telah diolah melalui RAPPO Living. Program ini juga melibatkan lebih dari 200 masyarakat dalam kegiatan pengumpulan sampah.

Selain membantu mengurangi potensi pencemaran lingkungan, kegiatan tersebut membuka ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan memperoleh penghasilan dari pengolahan sampah.

Dalam pelaksanaannya, PLN memberikan dukungan berupa sarana produksi, pelatihan, serta pendampingan kepada masyarakat pesisir Untia, Makassar.

GIIAS Makassar 2026 Tawarkan Pengalaman Otomotif Interaktif untuk Keluarga

Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah mengatakan penghargaan Gold tersebut menjadi motivasi untuk memperkuat program TJSL yang menggabungkan aspek lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Melalui RAPPO Living, PLN mendukung masyarakat untuk mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi. Dukungan sarana, peningkatan keterampilan, dan pendampingan yang kami hadirkan diharapkan dapat membuka peluang kerja sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat,” kata Edyansyah.

Menurutnya, penghargaan tersebut juga menjadi dorongan bagi PLN untuk mengembangkan program yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi semangat bagi kami untuk terus mengembangkan program yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Libatkan Bank Sampah hingga Komunitas Lingkungan

Keberlanjutan RAPPO Living diperkuat melalui kolaborasi dengan sejumlah pihak, mulai dari bank sampah, pengepul, komunitas lingkungan, hingga berbagai mitra lainnya.

GIIAS Makassar 2026 Hadirkan Beragam Aktivitas Seru untuk Mengisi Akhir Pekan

Kolaborasi tersebut mendukung proses pengumpulan bahan baku, pengembangan produk, serta perluasan pemasaran hasil pengolahan sampah.

Dengan pola tersebut, pengelolaan sampah tidak berhenti pada proses pengumpulan dan pemilahan. Sampah plastik yang terkumpul diarahkan menjadi bahan baku produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual.

Program RAPPO Living sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat pesisir dalam kegiatan ekonomi berbasis daur ulang.

Melalui pengolahan sampah secara produktif, PLN UID Sulselrabar menyatakan program tersebut diarahkan untuk mendukung terciptanya peluang kerja hijau sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan.

Raihan Gold pada ICA dan ISDA Awards 2026 menjadi bagian dari capaian program RAPPO Living dalam mengembangkan pendekatan ekonomi sirkular yang menghubungkan pengelolaan lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat pesisir. (*)

About The Author

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *