Makassar,–Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin M.Kes, mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sering kali merebak selama musim pancaroba seperti akhir-akhir ini.
Dalam pesan di akun resmi instagram @dinkesmks01, dr. Nursaidah mengingatkan, bahaya DBD yang sering muncul saat Muslim pancaroba.
Oleh karena itu, dr. Nursaidah meminta masyarakat mewaspadai tanda-tanda bahaya (warning signs) yang mengharuskan pasien segera dibawa ke fasilitas kesehatan.
- HM Aksa Mahmud, Pengusaha Paripurna Asal Barru
- Gubernur Sulsel Temui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Bahas Energi di Pulau
- Jalan Poros moncongloe Senilai Rp239 Miliar Mulai Dikerjakan
- Pertamina Akselerasi Perluasan Penyaluran Biosolar B50 di Sulawesi
- Proyek HPAL Sambalagi Masuk Fase Krusial, PT Vale Umumkan Kedatangan Mesin Autoclave
Tanda itu berupa deman dua hingga tujuh hari diseetai dengan bintik merah pada kulit.
“Apabila ada anggota keluarga yang sakit demam dan menunjukkan satu atau lebih gejala bahaya tersebut, saya menyarankan warga Kota Makassar untuk bersegera memeriksakan diri ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) terdekat, baik Puskesmas maupun rumah sakit,” tegasnya.
Penanganan yang cepat dan tepat di fasilitas kesehatan dinilai krusial untuk mencegah perburukan kondisi dan menyelamatkan nyawa.
Dinas Kesehatan Kota Makassar juga terus menggencarkan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M plus Plus (menguras, menutup, mendaur ulang) plus memelihara ikan pemakan jentik Dan memakai lotion anti nyamuk sebagai langkah pencegahan yang paling efektif.
Dengan memahami fase kritis dan tanda bahaya DBD, diharapkan masyarakat tidak lengah dan dapat mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi kesehatan keluarganya. (*)






