Makassar,–Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin M.Kes, mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sering kali merebak selama musim pancaroba seperti akhir-akhir ini.
Dalam pesan di akun resmi instagram @dinkesmks01, dr. Nursaidah mengingatkan, bahaya DBD yang sering muncul saat Muslim pancaroba.
Oleh karena itu, dr. Nursaidah meminta masyarakat mewaspadai tanda-tanda bahaya (warning signs) yang mengharuskan pasien segera dibawa ke fasilitas kesehatan.
- Pelantikan Pengurus IKA FSIKP UMI 2026-2031 Jadi Momentum Penguatan Jaringan Alumni dan Kontribusi untuk Almamater
- Muhsin Palinrungi, Direktur Ekrap IKN Pimpin IKA FSIKP UMI
- Menenun Karya di Era Algoritma: Revitalisasi Peran Alumni Sastra, Komunikasi, dan Ilmu Pendidikan di Tengah Krisis Global
- LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan 3,50%
- Warga Mengeluh, Satgas Rappocini Langsung Turun Langsung Bersihkan Kawasan Bawah Tol Pettarani
Tanda itu berupa deman dua hingga tujuh hari diseetai dengan bintik merah pada kulit.
“Apabila ada anggota keluarga yang sakit demam dan menunjukkan satu atau lebih gejala bahaya tersebut, saya menyarankan warga Kota Makassar untuk bersegera memeriksakan diri ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) terdekat, baik Puskesmas maupun rumah sakit,” tegasnya.
Penanganan yang cepat dan tepat di fasilitas kesehatan dinilai krusial untuk mencegah perburukan kondisi dan menyelamatkan nyawa.
Dinas Kesehatan Kota Makassar juga terus menggencarkan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M plus Plus (menguras, menutup, mendaur ulang) plus memelihara ikan pemakan jentik Dan memakai lotion anti nyamuk sebagai langkah pencegahan yang paling efektif.
Dengan memahami fase kritis dan tanda bahaya DBD, diharapkan masyarakat tidak lengah dan dapat mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi kesehatan keluarganya. (*)




