Makassar,—Sejumlah calon wisatawan mancanegara yang hendak berkunjung ke Sulsel Mulai mempertanyakan kondisi keamanan di Sulsel.
Hal itu terungkap datinpengakuan pengelolaan travel.
Ibrahim dari Arsy Travel menyebutkan, pihaknya sudah mendapat pertanyaan dari tamu mancanegara tentang kondisi Makassar.
- Vasaka Hotel Makassar dan Kampus Nobel Indonesia Jalin Kerja Sama
- PLN UIP Sulawesi Evaluasi Pengembalian Izin Kawasan Hutan untuk Dua Proyek Transmisi
- Konkerprov II PGRI Sulsel Soroti Kenaikan Kelas dan Perlindungan Guru
- Ketua REI Sulsel Badris Salam Siap Perkuat Sinergi dengan Bank BTN
- DJP Sulselbartra Serahkan Pengusaha Tambang Tersangka Dugaan Penggelapan PPN Rp1,18 Miliar
Para tamu asing yang hendak berwisata ke Makassar mulai mempertanyakan kondisi keamanan di Makassar pasca terjadinya aksi massa yang menyebebabkan beberapa fasilitas pemerintahan terbakar.
“Sudah ada beberapa yang chat dan nelpon, dari tamu atau agent tanyakan kondisi Makassar. Saya cuma bilang aman dan kondusif,” paparnya.
Demikian juga Andri Hadinata dari Makassar Adventure Travel mengaku bahwa beberapa kliennya mempertanyakan kondisi terkini terkait acara yang akan dihelat di Makassar.
“Betul ada yang mempertanyakan, namun kami sudah jelaskan sudah aman dan terkendali,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia ASPPI Sulsel, Makmur Abdullah, memberikan jaminan bahwa pariwisata Sulsel masih aman dikunjungi.
“Insya Allah, sejauh ini kami pastikan bahwa Pariwisata Sulsel masih aman dikunjungi,” jelasnya.
Menurutnya, titik titik tempat wisata seperti Losari, Rammang-rammang, Malino, dan Toraja tidak berdampak dari aksi massa tersebut. Karena pusat aksi massa hanya di kantor-kantor pemerintahan yang jauh dari tempat wisata tersebut.
Meski demikian, Makmur mengaku bahwa efek dari aksi massa tersebut sedikit berpengaruh ke event yang sifatnya MICE.
“Beberapa agenda yang sudah direncanakan di Makassar untuk sementara ditunda bahkan ada yang dibatalkan. Untuk itu kami berharap kepada pemerintah untuk secepatnya mengambil sikap untuk menjaga keamanan tetap kondusif. Kita berharap ini tidak meluas, karena akibatnya sangat berdampak langsung ke industri pariwisata,” tutupnya. (*)
