
Muhammad Anis Matta di mata koleganya sesama pendiri Partai Gelora (Gelombang Rakyat), Fahri Hamzah dianggap sebagai pemimpin yang memiliki pemikiran dan analisa global. Bahkan dengan berani dia menyebut sosok
Muhammad Anis Matta atau yang lebih populer dengan sebutan Anis Matta, sebagai sosok
pemimpin partai yang tak dimiliki partai-partai lainnya di Indonesia.
Pemikiran Anis Matta sering kali didengarkan di forum-forum internasional. Dia diundang untuk
memberikan analisa geostrategis politik global.
Fahri bahkan mengaku, tidak ada pemimpin partai politik yang punya pemikiran seperti Anis. Para
pimpinan partai politik sekarang sudah terjebak menjadi pelayan ambisi-ambisi kekuasaan rendah.
Anis Matta bukanlah orang baru di dunia perpolitikan bangsa ini. Pascareformasi dia bersama
beberapa tokoh lainnya mendirikan Partai Keadilan yang dideklarasikan di Jakarta pada 20 Juli 1998.
Partai Keadilan inilah yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Setelah pemilu 1999, Partai Keadilan berganti nama pada 2 Juli 2003 lalu.
Sebagai seorang pendiri partai, Anis Matta mendapat posisi strategis di dalam partai. Sejak berdiri
dia sudah didapuk menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen). Nanti pada tahun 2013 Majelis Dewan Syuro
PKS menunjuknya menjadi Presiden PKS dengan masa jabatan 2013-2015.
Dia ditunjuk menduduki posisi Presiden PKS menggantikan Lutfi Hasan karena tersandung persoalan
hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2013 itu.
Anis mendapat tugas berat kala itu. Dia harus menerima posisi menjadi Presiden PKS dalam kondisi
partai itu tengah mendapat sorotan publik. Partai tengah diterpa masalah yang efeknya bisa
mempengaruhi elektoral.
Kendati menjadi ‘nakhoda di tengah badai’, namun Anis Matta berhasil membawa PKS berlayar
dengan baik. Bahkan di tangannya, dia berhasil menaikkan jumlah perolehan suara Pemilu 2014
sebesar 3,3% menjadi 8,48 juta suara. Meski demikian, jumlah perolehan kursi di parlemen
mengalami penurunan karena sistem Pemilu.
Meski berhasil membawa PKS berlabuh dengan mulus, namun dirinya ternyata tak bisa bertahan
lama di partai yang dideklarasikannya itu. Pada 2019 Anis Matta resmi tak lagi bergabung dengan
partai itu dan mendirikan partai baru bernama Partai Gelora.
Anis Matta mendirikan Partai Gelora yang dinilainya sebagai partai modern yang siap bertarung di
Pemilu 2024.
Hanya dalam waktu singkat, partai yang didirikan pada 28 Oktober 2019 berhasil membangun
jaringan struktur organisasi wilayah di 34 provinsi sebulan setelahnya. Pada November 34 DPW
Provinsi Partai Gelora se-Indonesia dilantik. Pada Juni 2020 menerima SK badan Hukum dari
Kementerian Hukum dan HAM, lalu seterusnya dinyatakan lolos sebagai partai peserta Pemilu 2024.
Anis Matta sesungguhnya tumbuh di lingkungan religius dan jauh dari politik. Bahkan, jurusan
pendidikan yang dipilih saat kuliah dulu adalah Jurusan Syariah di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam
dan Arab (LIPIA) Jakarta.
Setelah menyelesaikan kuliahnya, dia sempat mengajar sebagai dosen Agama Islam dosen agama
Islam di Program Ekstension Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Depok. Sambil menekuni
profesi dosen, Anis pun sering kali diundang mengisi kajian dakwah di masjid-masjid yang berada di
wilayah Jakarta.
Anis Matta merupakan putra Sulsel yang lahir di Welado, Bone, Sulawesi Selatan, pada 7 Desember
1968.
Sebagian besar jenjang pendidikan awal dilaluinya di tanah kelahirannya yakni Bone. Meski demikian
dia sempat beberapa tahun mengenyam pendidikan di SD Katolik Mathias I Tual, Maluku tapi tak
tuntas. Dia lalu menyelesaikan sekolah dasarnya di SD Inpres Welado Bone.
Dari situ dia lalu masuk pondok pesantren dan menjalani pendidikan SMP-SMA di Pesantren Darul
Arqam, Gombara, Makassar.
Anis kemudian hijrah ke Jakarta setelah mendapatkan beasiswa di LIPIA. Dia pun menyelesaikan
Strata satunya pada 1992. Anis juga tak ketinggalan mengikuti pelajaran eksternal bahasa Inggris di
bilangan Salemba yang kemudian menjadi tambahan bekal bagi dirinya di bergaul dengan dunia
global di masa depan.
Tamat dari Lipia dia mengajar di di Program Ekstension Fakultas Ekonomi UI dan juga menekuni
dakwah di masjid-masjid perkantoran di Jakarta. Ia juga sering menjadi pembicara dan konsultan
pengembangan organisasi dan manajemen sumber daya manusia.
Ketika menjabat Sekjen PKS, Anis-lah yang menjadi tokoh pemikir yang meletakkan dasar-dasar
pengkaderan dan manajemen partai secara modern.
Anis juga pernah mengikuti program American Council for Young Political Leader (ACYPL) di Amerika
Serikat (2000) dan Kursus Singkat Angkatan ke-9 Lemhanas
Dalam aktifitasnya yang padat, Anis termasuk cukup produktif dalam menulis buku. Sejak 2002
hingga 2014 sudah 10 buku yang ditulisnya, yakni diantaranya Delapan Mata Air Kecemerlangan
(2009), Momentum Kebangkitan(Kumpulan Pidato) (2014) dan Gelombang Ketiga Indonesia (2014).
Biodata:
Muhammad Anis Matta
Tempat / Tanggal Lahir: Bone, 7 Desember 1968
Riwayat Pendidikan:
SD Inpres Welado 1980
SMP Darul Arqam 1983
SLTA Darul Arqam 1986
LIPIA 1992
KSA IX Lemhanas 2001
Riwayat Pekerjaan:
Direktur Pusat Studi Islam Al-Manar
Direktur Pusat Studi Islam Almanar
Dosen Agama Islam FE UI Program Extension 1996-1998
Anggota DPR RI
Wakil Ketua DPR, 2009-2013
Majelis Hikmah PP Muhammadiyah
Anggota Ikatan Alumni Lemhanas 2001-2006
Sekretaris Jenderal PKS 2003-2013
Presiden PKS 2013-2015
Ketua Umum Partai Gelora Indonesia.
(sumber : Buku Tokoh Sulsel 2021-2023)






