
Makassar – Krisis air bersih mulai menghantui Kota Makassar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar melaporkan bahwa sekitar 53 ribu jiwa kini berada dalam zona merah potensi terdampak bencana kekeringan yang kian meluas.
Dari puluhan ribu warga yang terancam, setengahnya atau sekitar 50 persen masyarakat sudah terdampak secara langsung. Mereka kini mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Prioritas Bantuan: Warga Pengguna Air Tanah Krisis Parah
Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Thahar, mengungkapkan bahwa fokus intervensi dan penyaluran bantuan air bersih saat ini diarahkan penuh kepada warga yang mengandalkan sumur bor atau air tanah.
“Intervensi penanganan saat ini diprioritaskan kepada masyarakat yang bergantung pada sumber air tanah, karena kelompok inilah yang mengalami penurunan ketersediaan air paling signifikan,” ujar Fadli Thahar pada Sabtu (11/7/2026).
Sementara itu, wilayah yang kebutuhan airnya dipasok oleh jaringan PDAM Makassar terpantau masih berada dalam kondisi relatif aman. Untuk saat ini, area tersebut belum menjadi prioritas utama dalam distribusi bantuan armada air bersih.
Warning! Cadangan Air PDAM Makassar Hanya Bertahan 30 Hari
Meskipun wilayah pelanggan PDAM masih aman, BPBD Makassar menegaskan situasi ini tidak boleh membuat lengah. Pemantauan intensif terus dilakukan mengingat cuaca kering yang ekstrem masih melanda.
Berdasarkan analisis perkembangan cuaca dan menyusutnya sumber air baku, cadangan air hilir PDAM diprediksi akan terus merosot tajam.
- Kondisi Saat Ini: Prioritas bantuan untuk pengguna air tanah.
- Prediksi Krisis: Jika kemarau berlanjut, cadangan air PDAM hanya cukup untuk 30 hari ke depan.
- Langkah BPBD: Menyiapkan skema antisipasi dan kesiapsiagaan darurat guna mencegah perluasan dampak krisis ke area perkotaan yang lebih luas.
Pemerintah Kota Makassar melalui BPBD mengimbau masyarakat untuk mulai bijak dalam menggunakan air bersih serta mengantisipasi potensi kekeringan panjang ini dengan menampung cadangan air selama pasokan masih mengalir. (*)



