
Makassar,–Laga memperebutkan posisi ketiga di piala dunia 2016 ini, tak kalah serunya dengan tontonan final.
Ini adalah salah satu laga hiburan terbaik di even internasional ini. Ketika belenggu pragmatisme taktis demi trofi emas dilepas, yang tersisa adalah panggung murni untuk bersenang-senang, adu gengsi, dan pesta gol. Minggu subuh nanti, Miami akan menjadi saksi bentrokan dua raksasa terluka yang menolak pulang dengan kepala tertunduk: Prancis vs Inggris.
Prancis: Menghapus Luka demi Kehormatan
Skuad asuhan Les Bleus harus merelakan mimpi mempertahankan takhta setelah diredam 0-2 oleh kedisiplinan taktis Spanyol di semifinal. Didier Deschamps terpukul, namun ia tahu laga ini krusial untuk regenerasi tim.
- Rotasi dan Kesempatan: Deschamps kemungkinan besar akan memberi panggung bagi talenta muda seperti Bradley Barcola untuk unjuk gigi sejak menit awal.
- Misi Terakhir Mbappé: Meski gagal menembus final, Kylian Mbappé tidak akan bermain setengah hati. Gelar individu Golden Boot masih sangat realistis untuk ia kejar.
“Kami kecewa, tapi mengenakan seragam biru ini selalu menuntut kami untuk menang. Kami ingin pulang membawa medali.” — Kylian Mbappé
Inggris: “It’s (Almost) Coming Home”
Rasa sakit hati yang akrab kembali menghampiri publik Inggris setelah ditekuk tipis 1-2 oleh Argentina di semifinal lewat laga yang sangat menguras emosi. Namun, melangkah hingga hari terakhir turnamen tetaplah pencapaian yang harus diapresiasi.
- Dahaga Harry Kane: Kane masih lapar. Menghadapi Prancis adalah kesempatan emas baginya untuk membuktikan bahwa ia masih salah satu striker nomor 9 terbaik di bumi sekaligus mengunci Sepatu Emas.
- Pertempuran Lini Tengah: Kobbie Mainoo dan Jude Bellingham akan menjadi kunci untuk menetralisir transisi cepat Prancis.
Prediksi
Laga perebutan tempat ketiga secara historis hampir selalu menghasilkan banjir gol (ingat Belgia vs Inggris di 2018 atau Kroasia vs Maroko di 2022). Tanpa beban pertahanan berlapis, kedua tim akan bermain menyerang sejak peluit pertama dibunyikan.
Inggris memiliki kedalaman skuad yang sedikit lebih merata di bangku cadangan untuk laga sekunder seperti ini, namun ledakan individual Prancis lewat Mbappé selalu sulit dihentikan jika diberi ruang longgar. Laga ini akan berjalan sangat terbuka dengan skor ketat, kemungkinan besar berakhir 3-2 untuk kemenangan salah satu tim lewat babak perpanjangan waktu. (*)






