
MAKASSAR – Babak baru bagi masa depan olahraga sepak takraw di Kota Daeng resmi dimulai. Ali Gauli Arief, S.Sos resmi terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kota Makassar untuk periode kepengurusan 2026–2030.
Keputusan ini lahir dalam Musyawarah PSTI Kota Makassar yang berlangsung khidmat di Hotel Santika, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (19/7/2026).
Musyawarah ini menandai fase penting regenerasi organisasi, menyusul berakhirnya masa bakti kepengurusan periode 2022–2026. Di bawah nakhoda baru, PSTI Kota Makassar langsung tancap gas menetapkan target besar untuk memajukan olahraga warisan budaya ini.
Visi Besar: Profesional, Berintegritas, dan Berkelanjutan
Ali Gauli Arief, yang juga dikenal luas sebagai Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah besar ini.
Di bawah kepemimpinannya, ia berkomitmen membawa sepak takraw Makassar tidak hanya berjaya di level regional, tetapi juga menembus panggung internasional.
“Saya siap menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Fokus utama kami adalah meningkatkan kualitas pembinaan atlet serta aktif berburu bibit-bibit muda berbakat agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional,” ujar Ali Gauli usai terpilih.
Ali menegaskan bahwa visi utamanya adalah membangun PSTI Kota Makassar sebagai organisasi yang profesional, berintegritas, dan berkelanjutan. Target akhirnya jelas: melahirkan generasi atlet yang berkarakter kuat, kompetitif, dan menjadi kebanggaan daerah.
5 Misi Strategis PSTI Makassar Periode 2026–2030
Untuk merealisasikan visi besar tersebut, Ali Gauli Arief telah merumuskan lima langkah taktis yang akan menjadi kompas kepengurusannya selama empat tahun ke depan:
- Pembinaan Berjenjang: Meningkatkan kualitas pembinaan atlet secara terstruktur, konsisten, dan berkelanjutan sejak usia dini.
- Tata Kelola Akuntabel: Membangun manajemen organisasi yang transparan, akuntabel, dan sepenuhnya berorientasi pada pencapaian prestasi.
- Sinergi Multi-Sektor: Memperkuat kolaborasi dan kemitraan strategis dengan pemerintah kota, sektor swasta (dunia usaha), serta elemen masyarakat.
- Penanaman Nilai Karakter: Menanamkan nilai-nilai sportivitas, disiplin tinggi, dan kerja sama tim yang solid pada diri setiap atlet.
- Pelestarian Budaya: Menjaga dan melestarikan sepak takraw sebagai warisan budaya bangsa yang menjadi identitas dan kebanggaan lokal.
Momentum Emas Regenerasi Atlet Usia Dini
Terpilihnya Ali Gauli Arief membawa angin segar dan optimisme baru bagi para pencinta olahraga sepak takraw di Makassar. Dengan kombinasi pengalaman manajerialnya di badan usaha daerah dan visi olahraga yang progresif, kepengurusan PSTI Makassar kali ini diharapkan mampu menjawab tantangan minimnya regenerasi atlet.
Langkah awal kepengurusan ini dipastikan akan berfokus pada penguatan kompetisi lokal dan pembenahan fasilitas latihan. Tujuannya agar Makassar kembali menjadi “pabrik” penghasil atlet takraw berprestasi yang siap mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang bergengsi global. (*)






