
Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan manajerial di tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Fokus utama penataan struktur organisasi ini tertuju pada pengisian posisi definitif Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar yang saat ini masih diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt).
​Penegasan tersebut disampaikan Munafri guna memastikan roda pelayanan publik di sektor air bersih berjalan lebih optimal dan efisien. Menurutnya, kepemimpinan definitif sangat krusial agar arah kebijakan perusahaan memiliki kepastian hukum dan dampak operasional yang lebih terukur.
​Langkah pengisian jabatan puncak di PDAM Makassar ini ditargetkan rampung dalam waktu dekat seiring dengan penataan birokrasi jajaran Pemerintah Kota Makassar secara keseluruhan.
​Pergantian Dirut PDAM Dirangkaikan dengan Mutasi SKPD
​Munafri Arifuddin mengungkapkan bahwa proses pengisian posisi Dirut PDAM Makassar tidak akan berdiri sendiri, melainkan dilakukan secara serentak dengan agenda pergeseran pejabat di tingkat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Makassar.
​Langkah penggabungan momentum ini diambil agar penyegaran struktur pemerintahan dan jajaran BUMD dapat berjalan selaras serta tidak mengganggu kesinambungan program kerja yang sedang berjalan.
​”Secepatnya kita akan memastikan bahwa ini akan kita jalankan. Jadi kemungkinan besar ini akan bersamaan dengan pergeseran yang ada di SKPD kita,” ujar Munafri Arifuddin saat memberikan keterangannya kepada awak media.
​Mengakhiri Status Plt Demi Maksimalisasi Organisasi
​Pemerintah Kota Makassar menilai bahwa jabatan kepemimpinan yang berstatus Plt memiliki keterbatasan ruang gerak dalam mengambil keputusan strategis jangka panjang. Karena itu, mengakhiri masa jabatan Plt di tubuh PDAM menjadi prioritas utama demi mengakselerasi performa BUMD penyedia air bersih tersebut.
​Munafri menegaskan bahwa kehadiran direksi definitif akan memberikan legitimasi penuh dalam mengeksekusi berbagai program pembenahan, mulai dari perbaikan jaringan pipa, penurunan tingkat kebocoran air, hingga peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat.
​Adapun sasaran utama dari percepatan penetapan Dirut definitif ini meliputi:
- ​Kepastian Manajerial: Memberikan kewenangan penuh kepada pimpinan baru untuk mengambil kebijakan strategis jangka panjang.
- ​Efisiensi Organisasi: Mengakselerasi tata kelola internal PDAM agar lebih responsif terhadap keluhan pelanggan.
- ​Sinergi BUMD dan Pemkot: Menyelaraskan program kerja PDAM dengan visi-misi pembangunan infrastruktur Kota Makassar.
​Sinergi BUMD dan Akselerasi Pelayanan Air Bersih
​Penataan pimpinan BUMD ini juga diproyeksikan dapat mendongkrak kontribusi PDAM terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar. Dengan jajaran direksi yang kuat dan terukur, pembenahan sistem distribusi air di area-area krisis air bersih dapat tertangani secara masif.
​Wali Kota Makassar berharap transisi kepemimpinan di PDAM Makassar kelak melahirkan nahkoda baru yang profesional dan transparan. Langkah ini dipandang sebagai bentuk tanggung jawab moral pemerintah daerah dalam menjamin hak atas air bersih bagi warga Kota Makassar.
“Kita berharap posisi Plt ini bisa kita akhiri, sehingga dalam proses jalannya organisasi PDAM bisa lebih maksimal lagi,” pungkas Munafri menaruh harapan besar pada pembenahan struktur mendatang. (*)






