
Makassar –Musibah kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Politeknik Pintu 0 Unhas, RT 004/RW 009, Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, pada Sabtu (22/8/2026) dini hari. Peristiwa naas ini menyebabkan sedikitnya 10 unit bangunan hangus terdampak kobaran api.
Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Muh Fadli Thahar, Sabtu (22/8/2026), mengatakan, laporan resmi dari Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04:30 WITA. Kobaran api diduga kuat bersumber dari masalah kelistrikan di salah satu kediaman warga.
​Kronologi Kejadian dan Dugaan Penyebab Api
​Berdasarkan keterangan saksi mata dan kronologi singkat di lapangan, percikan api pertama kali terlihat oleh warga setempat dari bagian belakang lemari es (kulkas) di salah satu rumah. Api dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan di sekitarnya karena material bangunan yang dominan mudah terbakar.
​Petugas pemadam kebakaran dari Regu 2 Pos Unit Tamalanrea bersama jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar langsung diterjunkan ke lokasi sesaat setelah menerima laporan dari warga.
​Dugaan sementara penyebab insiden ini adalah korsleting listrik atau hubungan arus pendek pada peralatan elektronik yang memicu kobaran api di area pemukiman padat tersebut.
​Dampak Kerusakan Bangunan dan Data Korban
​Dampak amukan si jago merah menghancurkan berbagai jenis bangunan, mulai dari rumah tinggal, tempat indekos, hingga tempat usaha milik warga setempat. Berdasarkan pendataan awal BPBD Kota Makassar, rincian kerusakan bangunan meliputi:
- ​Rusak Berat (6 Bangunan): 2 unit rumah tinggal, 2 unit rumah kos, dan 2 unit ruko (usaha fotocopy dan toko hijab).
- ​Rusak Sedang (2 Bangunan): 2 unit rumah tinggal.
- ​Rusak Ringan (2 Bangunan): 2 unit rumah kos.
​Bencana kebakaran ini berdampak langsung pada 9 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 37 jiwa. Rincian korban terdampak mencakup 11 pria dewasa, 16 wanita dewasa, 4 anak laki-laki, 4 anak perempuan, 1 balita laki-laki, serta 1 bayi perempuan. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka yang dilaporkan dalam musibah ini.
​Upaya Penanganan dan Kebutuhan Mendesak Pengungsi
​Untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke area kampus dan pemukiman lain, sebanyak 7 armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Proses pemadaman dan pendinginan melibatkan kerja sama lintas instansi, antara lain personel BPBD Kota Makassar, Damkarmat, TNI/Polri, petugas PLN, serta bantuan pengamanan dari pengurus RT/RW setempat.
​Saat ini, akses ke lokasi kejadian dipastikan dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat sehingga memudahkan penyaluran bantuan logistik. Warga terdampak yang kehilangan tempat tinggal membutuhkan uluran tangan dan bantuan darurat.
​Berdasarkan inventarisasi kebutuhan mendesak di lapangan, beberapa bantuan darurat yang paling dibutuhkan oleh para korban saat ini meliputi:
- ​Terpal dan alas tidur / selimut.
- ​Perlengkapan keluarga (family kit) dan sarung.
- ​Perlengkapan bayi (baby kit) serta pakaian layak pakai.
- ​Kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (first aid kit).
Pengurus RT setempat bersama petugas BPBD terus berkoordinasi untuk memfasilitasi pendirian posko darurat serta penampungan sementara bagi puluhan warga yang kehilangan tempat tinggal tersebut. (*)






