Hasil sementara Piala Gubernur Sulsel 2026
MAKASSAR – Gelaran bergengsi Piala Gubernur Sulawesi Selatan 2026 resmi dimulai dengan format baru yang melibatkan empat zona regional. Sejumlah pertandingan pembuka yang berlangsung serentak pada Senin (31/8/2026) menghasilkan persaingan yang sangat ketat, dengan beberapa daerah langsung mencatatkan kemenangan meyakinkan di hadapan pendukungnya masing-masing.
Turnamen tahunan yang dinantikan oleh pecinta sepak bola di seluruh Sulawesi Selatan ini menghadirkan suasana berbeda dengan sistem empat regional yang memungkinkan pertandingan berlangsung di sejumlah wilayah secara bersamaan. Total 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan turut berpartisipasi dalam ajang yang tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan olahraga di tingkat daerah.

Zona Tengah: Parepare Menang Tipis, Enrekang Dominan
Di Zona Tengah yang dipusatkan di Stadion Gelora B.J. Habibie, Kota Parepare, tim tuan rumah Parepare mengawali langkah mereka dengan kemenangan tipis namun sangat berharga. Bertanding di hadapan pendukungnya sendiri, Parepare berhasil menundukkan Pangkep dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal yang tercipta dalam pertandingan ini menjadi pembeda sekaligus modal penting bagi langkah Parepare di sisa pertandingan zona tengah.
Pada pertandingan berikutnya di zona yang sama, Enrekang tampil lebih dominan dan meyakinkan. Tim asal Kabupaten Enrekang ini sukses menundukkan Barru dengan skor telak 3-0. Kemenangan besar ini menjadikan Enrekang sebagai salah satu kandidat kuat untuk melaju ke babak delapan besar dari Zona Tengah. Dominasi yang ditunjukkan Enrekang sejak awal pertandingan menjadi sinyal bahwa mereka datang dengan persiapan yang matang dan ambisi besar di turnamen tahun ini.
Zona Utara: Palopo dan Luwu Bertahan Imbang
Persaingan di Zona Utara yang berlangsung di Lapangan Gaspa, Kota Palopo, berjalan cukup ketat dan penuh drama. Pertandingan pertama mempertemukan tuan rumah Palopo melawan Luwu. Kedua tim bermain dengan sangat hati-hati dan bertahan, sehingga pertandingan harus berakhir dengan skor 0-0 tanpa gol. Hasil imbang ini membuat persaingan di Zona Utara masih sangat terbuka untuk kedua tim.
Pertandingan lainnya di zona yang sama mempertemukan Luwu Utara dan Luwu Timur. Pertarungan sengit terjadi sepanjang 90 menit, dengan kedua tim saling bergantian menekan. Pada akhirnya, kedua tim harus berbagi angka setelah pertandingan berakhir dengan skor 1-1. Hasil imbang ini menunjukkan bahwa persaingan di Zona Utara akan berlangsung ketat hingga pertandingan terakhir, mengingat semua tim memiliki kekuatan yang relatif seimbang.
Zona Timur: Bone Pesta Gol, Sinjai dan Wajo Berbagi Angka
Di Zona Timur yang dipusatkan di Lapangan Mappesangka, Kabupaten Bone, tuan rumah Bone mencatatkan kemenangan yang sangat meyakinkan. Bone tampil garang di hadapan pendukungnya sendiri dan berhasil menundukkan Soppeng dengan skor telak 3-0. Tiga gol yang tercipta menjadi bukti superioritas Bone di zona timur dan menjadikan mereka tim yang patut diwaspadai oleh peserta lainnya.
Adapun pertandingan antara Sinjai dan Wajo di zona yang sama berakhir dengan skor imbang 1-1. Kedua tim saling bergantian menekan dan menciptakan peluang, namun pada akhirnya tidak ada yang mampu unggul hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil ini membuat persaingan untuk meraih posisi runner-up di Zona Timur semakin terbuka dan menarik untuk diikuti.
Zona Selatan: Jeneponto Tampil Perkasa di Hadapan Pendukung
Persaingan sengit juga terjadi di Zona Selatan yang berlangsung di Stadion Mini Turatea, Kabupaten Jeneponto. Pertandingan pertama mempertemukan Takalar dan Bantaeng, di mana kedua tim harus mengakhiri pertandingan tanpa gol alias 0-0. Hasil imbang ini menunjukkan bahwa kedua tim memiliki pertahanan yang solid dan akan berusaha keras di pertandingan-pertandingan berikutnya untuk meraih kemenangan.
Sementara itu, tuan rumah Jeneponto memulai turnamen dengan hasil yang sangat positif. Bertanding di hadapan ribuan pendukungnya sendiri, Jeneponto tampil perkasa dan berhasil mengalahkan Gowa dengan skor telak 3-0. Kemenangan meyakinkan ini menjadi modal berharga bagi Jeneponto untuk melaju ke babak selanjutnya dan menjadi kandidat kuat juara di Zona Selatan.
Format Empat Regional untuk Pemerataan Kompetisi
Ketua Pelaksana Piala Gubernur Sulsel 2026, Erwin Sodding, menjelaskan bahwa turnamen tahun ini menggunakan format empat regional yang dirancang untuk memeratakan kompetisi dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan untuk berpartisipasi.
“Gelaran Piala Gubernur Sulawesi Selatan tahun 2026 ini kita gelar dengan empat lokasi zona regional, ” kata Erwin dalam laporannya.
Sistem ini memungkinkan pertandingan berlangsung di sejumlah wilayah sekaligus dengan melibatkan seluruh 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Pembagian zona dilakukan berdasarkan wilayah geografis agar memudahkan akses dan mobilitas tim serta official.
Adapun pembagian zona tersebut adalah sebagai berikut:
Regional Utara berpusat di Kota Palopo dan diikuti oleh Palopo, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Tana Toraja, serta Toraja Utara.
Regional Tengah berlangsung di Kota Parepare dengan peserta Parepare, Sidrap, Enrekang, Barru, Pangkep, dan Pinrang.
Regional Timur dipusatkan di Kabupaten Bone yang melibatkan Bone, Makassar, Maros, Soppeng, Wajo, dan Sinjai.
Regional Selatan berlangsung di Kabupaten Jeneponto dengan peserta Jeneponto, Bulukumba, Kepulauan Selayar, Bantaeng, Takalar, dan Gowa.
Masing-masing regional terdiri atas enam tim yang akan saling bertanding dalam sistem kompetisi penuh. Juara dan runner-up dari setiap regional direncanakan melaju ke babak delapan besar, di mana mereka akan kembali bertarung untuk memperebutkan gelar juara Piala Gubernur Sulawesi Selatan 2026.
Pembinaan Sepak Bola dan Hadiah Total Rp500 Juta
Menurut Erwin Sodding, Piala Gubernur Sulsel 2026 tidak hanya menjadi arena kompetisi antardaerah semata. Turnamen ini juga diharapkan menjadi bagian dari pembinaan sepak bola melalui penguatan sportivitas, disiplin, kerja sama, serta mental bertanding bagi para pemain dari berbagai daerah.
Kejuaraan ini sekaligus diharapkan membuka ruang lebih luas bagi munculnya talenta-talenta sepak bola dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Dengan melibatkan seluruh kabupaten dan kota, diharapkan bibit-bibit unggul dapat terdeteksi dan dibina lebih lanjut untuk kemajuan sepak bola di provinsi ini.
Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi para peserta, Piala Gubernur Sulsel 2026 menyediakan total hadiah sebesar Rp500 juta yang akan diperebutkan oleh tim-tim terbaik sepanjang turnamen. Jumlah yang cukup fantastis ini diharapkan mampu meningkatkan semangat kompetisi dan kualitas permainan di setiap pertandingan.
Hasil pertandingan perdana pada Senin (31/8/2026) menunjukkan bahwa persaingan antardaerah mulai berlangsung ketat. Sejumlah tim berhasil mengamankan poin penuh dengan kemenangan meyakinkan, sementara beberapa pertandingan lainnya berakhir imbang sehingga persaingan menuju babak delapan besar masih sangat terbuka.
Berikut adalah hasil lengkap pertandingan pembuka Piala Gubernur Sulsel 2026:
Zona Tengah – Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare
Parepare 1-0 Pangkep
Barru 0-3 Enrekang
Zona Utara – Lapangan Gaspa, Palopo
Palopo 0-0 Luwu
Luwu Utara 1-1 Luwu Timur
Zona Timur – Lapangan Mappesangka, Bone
Bone 3-0 Soppeng
Sinjai 1-1 Wajo
Zona Selatan – Stadion Mini Turatea, Jeneponto
Takalar 0-0 Bantaeng
Jeneponto 3-0 Gowa
Dengan hasil ini, Enrekang, Bone, dan Jeneponto untuk sementara memimpin klasemen di zona masing-masing berkat kemenangan telak yang mereka raih. Sementara itu, Parepare yang menang tipis 1-0 juga berada di jalur yang tepat untuk melaju ke babak selanjutnya.
Pertandingan-pertandingan berikutnya di Piala Gubernur Sulsel 2026 diprediksi akan berlangsung semakin sengit, mengingat setiap tim akan berjuang mati-matian untuk meraih posisi terbaik di zona masing-masing dan mengamankan tiket ke babak delapan besar. Para pecinta sepak bola di Sulawesi Selatan tentu akan disuguhkan dengan aksi-aksi menarik dari para pemain terbaik di setiap daerah. (*)






