Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman menjadi narasumber dalam kegiatan Sinkronisasi Kebijakan Perencanaan Pembangunan Daerah antara Pemprov Sulsel dan Pemkab Wajo Tahun 2027 di Hotel Aryaduta, Makassar, pada Senin (31/8/2026)
Makassar — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mengintensifkan koordinasi dengan kabupaten/kota untuk memastikan pembangunan berjalan selaras dan tepat sasaran. Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, secara tegas mendorong penguatan sinkronisasi kebijakan perencanaan pembangunan antara Pemprov Sulsel dan Pemerintah Kabupaten Wajo dalam menghadapi tahun anggaran 2027.
Hal tersebut disampaikan Jufri saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sinkronisasi Kebijakan Perencanaan Pembangunan Daerah antara Pemprov Sulsel dan Pemkab Wajo Tahun 2027 . Acara yang digelar oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulsel di Hotel Aryaduta, Makassar, pada Senin (31/8/2026) ini juga mengangkat tema penguatan karakter, integritas, dan kapasitas anggota DPRD dalam menghadapi tantangan tata kelola pemerintahan daerah di era digital .

Dalam sambutannya, Jufri Rahman memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kabupaten Wajo. Ia menilai bahwa Wajo bukanlah daerah biasa, melainkan salah satu wilayah yang memiliki posisi strategis dalam pembangunan Sulawesi Selatan secara keseluruhan.
“Wajo memiliki sejarah panjang, karakter masyarakat yang kuat, serta potensi ekonomi yang memberikan kontribusi penting bagi kemajuan Sulsel,” ucap Jufri dengan penuh penghormatan .
Beberapa sektor unggulan yang dimiliki Wajo dan dinilai mampu mendukung pembangunan Sulsel antara lain:
Pertanian – Sebagai lumbung pangan yang potensial.
Perikanan – Didukung oleh sumber daya alam perairan yang melimpah.
Perdagangan – Posisi geografis yang strategis menjadikan Wajo sebagai pusat transaksi ekonomi.
Energi – Potensi sumber daya energi yang masih bisa dikembangkan lebih lanjut.
Aktivitas ekonomi masyarakat – Tingginya dinamika usaha di tingkat akar rumput.
Pertumbuhan Ekonomi Wajo Tembus 6,97 Persen
Data yang disampaikan oleh Jufri menunjukkan bahwa Kabupaten Wajo memiliki kinerja ekonomi yang sangat impresif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) , ekonomi Kabupaten Wajo tumbuh sebesar 6,97 persen secara tahunan (year-on-year) pada triwulan I tahun 2026 .
Angka pertumbuhan ini jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional maupun provinsi, yang menunjukkan bahwa Wajo memiliki fundamental ekonomi yang kuat. Nilai PDRB atas dasar harga berlaku Kabupaten Wajo pada periode yang sama mencapai sekitar Rp7,61 triliun . Angka ini menegaskan bahwa Wajo adalah salah satu mesin penggerak ekonomi di kawasan Sulawesi Selatan bagian tengah.
Namun, pertumbuhan ekonomi yang tinggi saja tidak cukup. Jufri menekankan bahwa pertumbuhan harus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat . Oleh karena itu, sinkronisasi kebijakan pembangunan menjadi sangat krusial agar dampak ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Tantangan Pembangunan 2027: Digitalisasi hingga Ketahanan Pangan
Memasuki tahun 2027, Jufri mengingatkan bahwa pemerintah daerah akan menghadapi tantangan pembangunan yang semakin dinamis dan kompleks. Beberapa tantangan utama yang perlu diantisipasi antara lain:
Peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di era global.
Penciptaan lapangan kerja yang luas dan berkualitas untuk menyerap angkatan kerja.
Pengurangan kesenjangan pembangunan antarwilayah di Sulsel.
Penguatan infrastruktur yang menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.
Transformasi digital pemerintahan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pelayanan publik.
Menjaga ketahanan pangan dan lingkungan di tengah ancaman perubahan iklim.
Menghadapi kompleksitas ini, Jufri menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang matang, berbasis data, dan disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat . Tidak boleh ada lagi program pembangunan yang hanya bersifat seremonial tanpa dampak nyata di lapangan.
Sinkronisasi Kebijakan: Kunci Efektivitas Anggaran
Salah satu pesan utama yang disampaikan Jufri dalam kegiatan tersebut adalah bahwa Pemprov Sulsel dan Pemkab Wajo bukanlah dua entitas yang berjalan sendiri-sendiri . Keduanya berada dalam satu sistem pemerintahan daerah yang memiliki tujuan yang sama: memberikan pelayanan terbaik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten bukanlah dua entitas yang berjalan sendiri-sendiri. Kita berada dalam satu sistem pemerintahan daerah yang memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Jufri .
Tanpa sinkronisasi, program pembangunan di tingkat provinsi dan kabupaten berpotensi tumpang tindih atau bahkan saling bertentangan. Hal ini akan berujung pada inefisiensi anggaran dan pemborosan sumber daya. Sebaliknya, dengan sinkronisasi yang baik, setiap rupiah anggaran yang dikeluarkan akan memberikan dampak yang lebih besar dan tepat sasaran.
Peran Strategis DPRD dalam Pembangunan Daerah
Dalam kesempatan tersebut, Jufri juga menyoroti peran penting DPRD Kabupaten Wajo dalam proses pembangunan daerah. Menurutnya, DPRD memiliki tiga fungsi utama yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan:
Fungsi pembentukan peraturan daerah – Memastikan setiap kebijakan memiliki landasan hukum yang kuat.
Fungsi anggaran – Menyetujui dan mengawal penggunaan anggaran agar sesuai dengan prioritas pembangunan.
Fungsi pengawasan – Memastikan bahwa kebijakan yang telah ditetapkan dijalankan dengan baik dan mencapai tujuannya.
Melalui ketiga fungsi ini, DPRD bersama pemerintah daerah dapat memastikan bahwa kebijakan pembangunan tidak hanya sekadar wacana, tetapi benar-benar terimplementasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Jufri juga menekankan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan:
Dunia usaha sebagai penggerak investasi dan penciptaan lapangan kerja.
Perguruan tinggi sebagai pusat riset dan pengembangan sumber daya manusia.
Masyarakat sipil sebagai pengawas dan penerima manfaat pembangunan.
Elemen pembangunan lainnya yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah.
Dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, potensi daerah dapat dioptimalkan secara maksimal dan berbagai persoalan pembangunan dapat diselesaikan secara kolektif.
Mengakhiri sambutannya, Jufri mengajak seluruh peserta kegiatan untuk menjadikan momen ini sebagai titik awal penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Wajo.
“Terakhir, mari jadikan momentum ini untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Wajo. Karena saya percaya Kabupaten Wajo memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi Sulawesi Selatan,” ungkapnya penuh optimisme .
Dengan sinergi yang kuat, perencanaan yang matang, dan eksekusi yang tepat, Sulawesi Selatan dan Kabupaten Wajo siap menghadapi tantangan tahun 2027 dan melompat ke tingkat kemakmuran yang lebih tinggi. (*)





