infografis --ai--
Makassar— Kualitas udara di sekitar Kota Makassar, Maros dan Gowa semakin memburuk. Bahkan statusnya mendekati kategori sangat tak sehat.
Berdasarkan data resmi yang dikeluarkan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV, Rabu (14/10/2026) saat ini kondisi kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat berdasarkan pemantauan konsentrasi partikel halus PM2,5 mencapai tercatat mencapai 131,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 06.00 WITA.

Data itu menunjukkan terjadinya peningkatan PM2,5 secara signifikan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data BBMKG wilayah 4 pada hari-hari sebelumnya. Pada Ahad 11 Oktober 2026 tercatat berada pada posisi 63 µg/m³, Senin 12 Oktober 2026 menjadi 65 µg/m³, Selasa 13 Oktober 2026 71 µg/m³ dan Rabu 14 Oktober 2026 melonjak menjadi 131 µg/m³.
Dalam infografik yang dipublikasikan melalui akun resmi Instagram @bbmkgwilayah4, konsentrasi PM2,5 di Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan, Maros, Angka tersebut masuk kategori tidak sehat, yakni rentang konsentrasi PM2,5 sebesar 55,5 hingga 150,4 µg/m³, sesuai klasifikasi yang ditampilkan BBMKG Wilayah IV.
PM2,5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil, yakni hingga 2,5 mikrometer. Partikel ini dapat masuk ke saluran pernapasan dan berdampak terhadap kesehatan.
Dalam infografik tersebut, BBMKG menyebut paparan partikel halus dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan. Paparan juga berisiko memperburuk penyakit pernapasan, terutama pada anak-anak, lansia, dan kelompok rentan.

BBMKG Imbau Warga Kurangi Paparan Udara Luar
Menyikapi kondisi tersebut, BBMKG mencantumkan sejumlah langkah untuk mengurangi paparan polusi udara.
Masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, mengurangi aktivitas fisik di luar rumah, serta menutup jendela dan pintu untuk mengurangi masuknya udara luar ke dalam rumah.
Warga juga disarankan menjaga kesehatan dan memperbanyak minum air putih.
Data tersebut merupakan hasil pemantauan pada waktu tertentu. Karena itu, perkembangan konsentrasi PM2,5 perlu terus dipantau untuk mengetahui perubahan kualitas udara berikutnya.
Informasi ini dikutip dari infografik resmi BBMKG Wilayah IV melalui akun Instagram @bbmkgwilayah4. (*)






