MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar kembali menghidupkan kegiatan olahraga memancing melalui Makassar Memancing 2026. Digelar dalam rangkaian HUT ke-419 Kota Makassar, kegiatan ini diikuti ratusan pemancing dari berbagai daerah dan menjadi upaya memperkenalkan potensi wisata bahari sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir.
Kegiatan bertajuk Fishing Exhibition tersebut dipusatkan di kawasan Tugu MNEK, Center Point of Indonesia (CPI), pada 7–8 November 2026. Agenda yang diinisiasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar ini melibatkan komunitas pemancing serta berbagai pihak pendukung.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi membuka kegiatan tersebut pada Sabtu (7/11/2026). Ia menyebut Makassar Memancing menjadi momentum untuk mengaktifkan kembali kegiatan serupa yang telah lebih dari 10 tahun tidak digelar.
Menurut Munafri, Makassar memiliki potensi laut dan bahari yang perlu diperkenalkan lebih luas. Salah satu caranya melalui kegiatan olahraga yang dapat menarik minat masyarakat sekaligus memperkenalkan kawasan pesisir dan spot memancing di perairan Makassar.
“Kita memulai menghidupkan kegiatan ini untuk memastikan bahwa potensi laut dan bahari kita harus dieksplorasi bersama. Salah satunya dengan membuat lomba memancing yang ditujukan kepada masyarakat agar bisa melihat keindahan spot bahari yang dimiliki Kota Makassar,” ujarnya.
Makassar Memancing 2026 dikemas dalam bentuk kompetisi memancing di laut dengan menggunakan kapal yang disediakan Pemerintah Kota Makassar. Pesertanya berasal dari berbagai komunitas, termasuk pemancing dari luar Sulawesi Selatan.
Munafri menyambut kehadiran peserta dari berbagai daerah dan berharap kegiatan tersebut ikut memperkenalkan Makassar sebagai salah satu destinasi wisata bahari.
Namun, ia mengingatkan bahwa pengembangan olahraga dan wisata laut harus diiringi kepedulian terhadap kelestarian ekosistem.
“Kita ingin kegiatan ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga bagaimana cara kita mencintai laut dan mengenal potensi bahari yang dimiliki Kota Makassar,” jelasnya.
Selain mendorong promosi wisata, kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir dan kepulauan. Keterlibatan nelayan serta pemilik kapal dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan dinilai dapat membuka peluang perputaran ekonomi di kawasan tersebut.
Munafri berkomitmen menjadikan Makassar Memancing sebagai agenda tahunan yang terus dikembangkan dengan skala lebih besar dan melibatkan lebih banyak komunitas pemancing.
“Mudah-mudahan acara ini kita laksanakan setiap tahun dan semakin kita besarkan untuk merangkul lebih banyak lagi pemancing yang datang ke Kota Makassar,” pungkasnya.
Libatkan Komunitas untuk Jaga Kelestarian Laut
Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Fauzi Andi Wawo, yang juga merupakan anggota komunitas pemancing, mengatakan Makassar Memancing tidak hanya berorientasi pada kegiatan olahraga, tetapi turut membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, rangkaian HUT ke-419 Kota Makassar perlu diisi kegiatan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat, termasuk meningkatkan kesadaran untuk menjaga ekosistem laut.
Fauzi mengatakan pihaknya turut mendorong kolaborasi dengan Bank Sulselbar agar kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada sport fishing, tetapi juga menghadirkan unsur kepedulian lingkungan.
“Ini bagian dari rangkaian HUT Kota Makassar. Namun, kami tidak ingin kegiatannya hanya diisi dengan sport fishing. Kami juga ingin menghadirkan kegiatan yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Karena itu, kami mengajak Bank Sulselbar untuk berkolaborasi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan semangat pemerintah kota dalam mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui Makassar Memancing, Pemkot Makassar berharap potensi wisata bahari semakin dikenal, komunitas pemancing mendapat ruang beraktivitas, dan masyarakat pesisir turut merasakan manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut. (*)


Komentar