
MAKASSAR,— Mengakhiri rivalitas politik Pilkada 2024, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Makassar menyatakan sikap tegas untuk bergabung dalam barisan pembangunan.
Ketua DPC PKB Makassar, Andi Fauzi Wawo (Uci), menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pemerintahan Wali Kota Munafri Arifuddin (Appi), dengan menjadikan program urban farming sebagai prioritas utama.
Dalam pertemuan strategis di Balai Kota Makassar, Uci yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sulsel ini menginstruksikan seluruh kader dan Fraksi PKB untuk tidak hanya menjadi pendukung, melainkan pengawal program-program kerakyatan.
“Dinamika kontestasi sudah selesai. Kini saatnya kami memastikan program yang menyentuh langsung kebutuhan warga berjalan maksimal. Kami siap mengawal penuh program Pemkot, khususnya urban farming yang manfaatnya sangat riil,” tegas Uci, Senin (22/6/2026).
Urban Farming: Dari Lahan Sempit Menuju Ketahanan Pangan Keluarga
PKB menilai, di tengah tantangan inflasi dan keterbatasan ruang kota, program pertanian perkotaan yang digalakkan Wali Kota Appi merupakan solusi paling tepat dan mudah direplikasi. Fraksi PKB siap menggerakkan konstituen di tingkat akar rumput untuk memanfaatkan pekarangan rumah menjadi produktif.
“Ini bukan sekadar menanam. Ini strategi ketahanan pangan keluarga. Warga bisa memanen cabai, tomat, atau kangkung sendiri. Dampaknya langsung terasa: pengeluaran dapur berkurang, lingkungan hijau, dan kantong hemat,” jelas legislator berpengalaman ini.
PKB optimis, inisiatif ini akan menciptakan ekosistem mandiri pangan di level rumah tangga yang resilien terhadap gejolak harga pasar.
Instruksi Kader: Konsolidasi Massif Sambut Pelantikan
Dukungan penuh ini semakin solid menjelang pelantikan serentak pengurus DPC PKB se-Indonesia yang dijadwalkan pada 23 Juli 2026 di Jakarta. Pasca pelantikan, Uci memastikan akan langsung mengkonsolidasikan struktur partai untuk memperkuat sinergi dengan Pemkot Makassar.
Meski bukan bagian dari koalisi pemenangan, PKB membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya. “Kami berharap diberi ruang berkontribusi. Tugas kami bukan mengkritik tanpa solusi, tapi memastikan setiap kebijakan pro-rakyat seperti urban farming ini bisa berjalan massif di seluruh lorong dan kelurahan,” pungkas Uci.
Langkah PKB ini menandai era baru politik kolaboratif di Makassar, di mana kepentingan rakyat ditempatkan di atas perbedaan elektoral. Program “Appi” untuk menghijaukan kota kini mendapat tambahan tenaga politik yang solid dari basis massa PKB. (*)



