
MAKASSAR – Keheningan malam di kawasan padat penduduk Jalan Tanjung Alang, Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, mendadak berubah menjadi kepanikan.
Musibah kebakaran hebat melahap bangunan rumah kontrakan pada Kamis (23/7) malam sekira pukul 19.02 WITA, merenggut dua korban jiwa dan melukai satu warga lainnya.
Laporan awal Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mengungkapkan bahwa ledakan suhu panas dari salah satu kamar kos memicu pecahnya kaca jendela, yang menjadi sinyal awal kepanikan warga di sekitar lokasi kejadian.
Kronologi & Data Korban Jiwa
Kebakaran tersebut menghanguskan dua unit rumah kontrakan—satu unit mengalami rusak berat dan satu unit lainnya rusak sedang. Secara keseluruhan, terdapat 5 Kepala Keluarga (KK) dengan total 10 jiwa yang terdampak langsung oleh insiden ini.
Dua korban yang dinyatakan meninggal dunia adalah:
- Dg. Fuji (57)
- Ariani (47)
Sementara itu, satu korban selamat bernama Aldi Muslim (27) mengalami luka bakar dan saat ini tengah menjalani perawatan medis intensif di RS Bhayangkara Makassar.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti munculnya titik api.
Respon Cepat Damkarmat dan Posko Tanggap Darurat
Menanggapi laporan masuk, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar langsung menerjunkan kekuatan penuh ke lokasi kejadian.
- Armada dikerahkan: 12 unit mobil pemadam
- Personel dilibatkan: 42 personel pemadam kebakaran
Sinergi antara tim Damkarmat dan BPBD Kota Makassar berhasil menundukkan si jago merah serta mengevakuasi para korban. Guna mempercepat penanganan pascabencana,
Posko Penanganan Darurat telah didirikan tepat di Kontainer Kelurahan Sambung Jawa.
Berdasarkan asesmen cepat di lapangan, sejumlah kebutuhan mendesak para pengungsi dan penyintas telah diidentifikasi, meliputi:
- Tenda terpal
- Family kit & First aid kit
- Selimut dan sarung
BPBD Makassar Garansi Bantuan Logistik hingga Pendampingan Psikologis
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H. M. Fadli Tahar, menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa warga Mamajang tersebut.
Ia menegaskan commitment pemerintah kota untuk mendampingi para korban tidak hanya di masa tanggap darurat, tetapi hingga tahap pemulihan total.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Sejak laporan diterima, seluruh unsur bergerak cepat melakukan evakuasi, asesmen, dan koordinasi penanganan darurat,” ujar Fadli Tahar.
Penanganan musibah ini melibatkan kolaborasi lintas sektor yang solid. BPBD Kota Makassar terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, Dinas Sosial, Palang Merah Indonesia (PMI), Pemerintah Kecamatan Mamajang, Pemerintah Kelurahan Sambung Jawa, serta pengurus RT dan RW setempat
“Setelah fase tanggap darurat, BPBD akan melanjutkan pendampingan melalui bantuan logistik, rehabilitasi, rekonstruksi, hingga layanan dukungan psikososial apabila dibutuhkan agar warga terdampak dapat segera bangkit kembali,” tambahnya.
Pendataan lanjutan masih terus diperbarui secara berkala sebagai basis penyaluran bantuan logistik, program rehabilitasi bangunan, serta pemulihan kondisi sosial-ekonomi bagi seluruh keluarga terdampak. (*)






